PERAN KEBERMAKNAAN KERJA-KELUARGA DAN KETERIKATAN KERJA DALAM MEMPREDIKSI INTENSI KELUAR DARI ORGANISASI
Ayudia Indrawati, IJK. Sito Meiyanto, Ph.D
2013 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiPekerjaan, keluarga dan komunitas merupakan domain utama yang berada dalam kehidupan seseorang. Interaksi yang terjadi diantara keluarga dan komunitas memberikan efek timbal balik positif bagi pekerjaan yakni berpengaruh pada keinginan seseorang keluar dari pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah efek simultan pada kebermaknaan kerja-keluarga dan keterikatan kerja dapat memprediksi intensi keluar dari organisasi. Penelitian ini melibatkan sejumlah 112 (N=112) pekerja industri jasa yang menjadi partisipan menggunakan skala Work-Family Enrichment, Job Embeddedness, dan Turnover Intention. Keseluruhan tiga kuesioner terdiri dari 36 aitem dengan lima pilihan jawaban skala Likert melalui metode analisis regresi dua prediktor. Temuan dari penelitian ini mendukung hipotesis bahwa secara bersama-sama kebermaknaan kerja-keluarga dan keterikatan kerja dapat memprediksi intensi keluar dari organisasi secara signifikan (R=0,350; F=7,589; p<0,01). Hasil menunjukkan prediktor terbaik untuk memprediksi intensi keluar dari organisasi adalah kebermaknaan kerja-keluarga (β=-0,100; p<0,01) dengan arah negatif yang berarti semakin tinggi kebermaknaan kerja-keluarga yang ada pada individu maka semakin rendah keinginan untuk keluar dari organisasi. Sedangkan keterikatan kerja bukan merupakan prediktor untuk memprediksi intensi keluar dari organisasi karena memiliki hubungan yang yang signifikan terhadap intensi keluar dari organisasi (β=-0,026; p>0,01).
-
Kata Kunci : kebermaknaan kerja-keluarga, keterikatan kerja, intensi keluar dari organisasi