REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) 22 JUNI 2013 (Studi Peristiwa pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ-45, Perusahaan Sektor Manufaktur dan Perusahaan Sektor Pertambangan)
ALI SULAS HIDAYAT, Prof. Dr. Marwan Asri., MBA., Ph.D.
2013 | Skripsi | MANAJEMENPenelitian ini adalah studi peristiwa yang bertujuan untuk menganalisis apakah peristiwa kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah Indonesia mempunyai kandungan informasi yang dapat mempengaruhi Bursa Efek Indonesia (BEI). Reaksi pasar ini ditentukan dengan adanya rata-rata return taknormal yang berbeda dengan nol di sekitar periode peristiwa. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari BEI, dengan menggunakan sampel 37 perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ-45, 98 perusahaan sektor manufaktur dan 30 perusahaan sektor pertambangan. Metode yang digunakan untuk menyeleksi sampel adalah purposive sampling. Data yang digunakan adalah data harga saham harian pada saat penutupan, indeks harga saham gabungan (IHSG), dan Indeks LQ-45. Periode pengamatan dibagi menjadi dua periode, yaitu periode estimasi selama 100 hari dan periode peristiwa selama 21 hari (10 hari sebelum, 1 hari pada saat, dan 10 hari setelah peristiwa). Return yang diharapkan diestimasi menggunakan Model Pasar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa abnormal return yang diterima investor di seputar peristiwa adalah signifikan untuk saham indeks LQ-45, saham sektor manufaktur, dan saham sektor pertambangan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak merupakan informasi penting bagi pasar modal sehingga berpengaruh pada perubahan harga pada saham Indeks LQ-45, saham sektor manufaktur, dan saham sektor pertambangan. Hasil dari uji beda menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa tidak signifikan berbeda untuk saham indeks LQ-45, saham sektor manufaktur, dan saham sektor pertambangan.
This research was event study with the objectives to investigate whether fuel price increase policy announced by Indonesian government contain any informational value to Indonesian Stock Exchange (IDX). The reaction was determined by the occurrence of average abnormal return which is different to zero during event period. This research was using secondary data from IDX, with the samples of 37 Index LQ-45 companies list, 98 manufacturing companies, and 30 mining companies. The samples selection method is purposive sampling. Data used in this research was daily price of shares on closing and market index (IHSG and LQ-45). Observation period was divided in to two periods, estimation period 100 days and event period 21 days (10 days before, 1 day event date, 10 days after). Expected return was estimated using Market Model. The result of this research indicate that abnormal return received by investor is significant in the days surrounding the event date for LQ-45, manufacturing sector, and mining sector. This result mean that the fuel price increase announcement possess important information to the stock market which lead changes in the stock price of Index LQ-45, manufacturing sector, and mining sector. The result of paired sample t-test show that average abnormal return before and after the event not significantly different for Index LQ-45, manufacturing sector, and mining sector.
Kata Kunci : Studi Peristiwa, Return Taknormal, Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak, BBM