Laporkan Masalah

EVALUASI STRATEGI THORBURN UNTUK MEMASUKI PASAR EXPANSION JOINT DI INDONESIA

Yusuf Di Achmad Sabri, Dr. Agus Setiawan, M.Soc.sc., CMA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Peningkatan kebutuhan listrik dan sumber daya energi di Indonesia mendorong peningkatan permintaan terhadap Expansion Joint sebagai salah satu peralatan pendukungnya. Thorburn sebagai salah satu manufaktur expansion joint dari Canada mencoba masuk ke pasar Indonesia melalui kerjasama dengan PT. Kajian Logam Persada sebagai principal dan agen dengan dukungan penulis sebagai tenaga ahli. Selama tahun 2008-2009 produk Thorburn tidak cukup mampu bersaing dengan pemain expansion joint utama di Indonesia yaitu Burgmann dan Hydroflex. Bahkan terjadi beberapa hal yang mengakibatkan retaknya hubungan antara Thorburn dan PT. Kajian Logam Persada. Dengan dasar teori tentang visi, misi & strategi, kondisi persaingan, struktur pasar, strategi ekspansi dan teori keagenan, penulis mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan metoda kualitatif untuk melihat faktor-faktor yang membuat Thorburn kurang kompetitif dan mendapat gambaran awal strategi yang harus diambil agar produk Thorburn bisa lebih kompetitif. Informasi didapatkan oleh penulis dengan melakukan wawancara dan dokumentasi hasil tender selama tahun 2008 s/d 2009. Selanjutnya dilakukan analisis komparasi antara kondisi riil dan teori serta beberapa analisis dengan metode SWOT Analisis, Matrik BCG dan Matrik SPACE. Berdasarkan analisis tersebut didapatkan bahwa faktor internal menyangkut harga yang tidak terkontrol dan lamanya waktu pengiriman karena tidak ada stok menjadi kendala tidak kompetitifnya produk Thorburn di Indonesia, di samping itu masalah kepercayaan/trust merupakan sumber konflik yang terjadi antara Torburn dan PT. Kajian Logam Persada. Selanjuntya dengan Analisis IFAS didapatkan kesimpulan bahwa strategi untuk mendirikan PT. Thorburn Indonesia merupakan salah satu alternatif strategi untuk dapat mengatasi beberapa kendala di atas.

Increasing of power consumption and energy resources in Indonesia has driven demand increasing of expansion joint as one of supporting equipments for power plan and oil & gas refinery. Thorburn as one of the expansion manufacturer from Canada tries to catch this opportunity by cooperation with PT. Kajian Logam Persada as its agent and the writer as technical supporter. But, during period 2008 to 2009 Thorburn couldn’t able to compete with the mayor player in Indonesia; Burgmann and Hydroflex. Morever, because of miss understanding, relationship between Thorburn and PT. Kajian Logam Persada became broken. Base on many theories of vision, mission & strategy, competition theories, market structure, expansion strategy, and agency theory, the writer research by qualitative method in order to understand what factors make Thorburn can’t competed and what strategy should be taken. Based on interview and collecting information of bidding during 2008 to 2009 then analysis were done by comparison between real condition and theoretical condition, other analysis by SWOT Analisis, Matrik BCG and Matrik SPACE. Result of analysis show that internal factors; uncontrolled price and delaying of delivery because of no stock in Indonesia are major factor which made Thorburn was not competitive, beside that, trust is cause conflict of interest between Torburn dan PT. Kajian Logam Persada. By IFAS Analysis can concluded if establishment of PT. Thorburn Indonesia is the better strategy to solve the problem.

Kata Kunci : Kompetisi, Kesamaan Tujuan, Keterbukaan, Saling Percaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.