STRATEGI KBUANGAN MATRIK & OPTIMALISASI STRUKTUR MODAL UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN BERKELANJUTAN: STUDI PADA PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA
Yunus Wahyudi, Prof. Eduardus Tandelin, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPT . Adhimix Precast Indonesia ( API ) adalah sebuah perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan bangunan khususnya dalam material beton . Manajemen menerapkan strategi pertumbuhan yang agresif , dan struktur modal . Sumber dana perusahaan hampir 80 % dari utang didanai . Banyak perusahaan (termasuk API ) mengatur laju pertumbuhan dengan hanya mendasarkan pada permintaan pasar terlepas dengan kebijakan keuangan , sehingga perusahaan memiliki kesulitan keuangan karena pertumbuhan set diri oleh perusahaan itu sendiri . Studi ini meneliti manajemen keuangan aspek mengenai dengan strategi perusahaan dalam menyelaraskan pertumbuhan perusahaan dengan keputusan investasi dan pembiayaan . Jadi mempertahankan pertumbuhan perusahaan . Dan bagaimana perusahaan memperoleh struktur modal yang optimal untuk mendapatkan nilai yang optimal . Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dalam menganalisis laporan keuangan perusahaan pada periode realisasi 2007 - 2010 dan laporan keuangan proyeksi untuk 2012 menjadi 2016. Untuk periode perkiraan , studi ini melakukan simulasi pada kondisi ekonomi ( normal dan krisis ) dan mempertahankan kebijakan laba ( 100 % - 60 % ) . Analisis matriks strategi keuangan dilakukan dengan mengelompokkan posisi perusahaan menjadi empat kuadran . Sumbu vertikal menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan EVA dan sumbu horizontal menunjukkan perbedaan antara pertumbuhan penjualan dengan SGR (pertumbuhan keuangan ) . Dan analisis struktur modal dilakukan untuk menemukan campuran modal yang mampu menyeimbangkan antara risiko dan return . Campuran modal yang efisien harus mengurangi biaya modal atau mendapatkan terkecil WACC terkecil . Penelitian ini menemukan bahwa periode realisasi dengan laba ditahan rata 91,6 % kebijakan , perusahaan dapat tumbuh berkelanjutan ( kuadran 2 ) , namun pada tahun 2011 perusahaan memiliki dana yang tidak mencukupi ( kuadran 1 ) . Saat ini struktur modal perusahaan tidak optimal . Struktur modal direncanakan untuk periode proyeksi di 2012 - 2016 belum optimal . Sedangkan dari analisis matriks strategi keuangan diperoleh bahwa tahun 2012 : posisi perusahaan pada kuadran 1 ( kekurangan dana ) untuk semua simulasi , laba ditahan harus direncanakan untuk 100 % . Tahun 2013 : dalam kondisi normal atau krisis , dividen dapat dibagi dengan 10 % ( kuadran 2 ) . Tahun 2014 : untuk membagi dividen sebesar 40 % untuk kondisi ekonomi normal dan krisis . 2015 : untuk membagi dividen sebesar 30 % jika kondisi ekonomi normal , tetapi ketika terjadi krisis , dividen maksimum harus 20 % ( kuadran 2 ) . Sedangkan untuk tahun 2016 rencana : dalam kondisi ekonomi normal, dividen dibagi dengan maksimal 10 % ( kuadran 2 ) , jika berada dalam situasi krisis , dividen harus maksimal 5 % ( kuadran 2 ) .
PT. Adhimix Precast Indonesia (API) is a company involved in construction material supplying particularly in concrete materials. Management implemented an aggressive growth strategy, and capital structure. Sources of corporate funds are almost 80% of funded debt. Many companies (including API) set the growth rate by just basing on market demand regardless to the financial policy, thus the company has financial difficulties due to the growth of self set by the company itself. This study examines the financial management of aspects in regarding with corporate strategy in aligning the company's growth with investment and financing decisions. Thus sustaining the company's growth. And how the firm acquire an optimal capital structure to obtain the optimal value. The research uses a case study approach in analyzing the company's financial statements in realization period of 2007 - 2010 and financial statements projections for 2012 to 2016. For the forecast period, the study conducts a simulation on the economic conditions (normal and crisis) and retained earnings policy (100% - 60%). Financial strategy matrix analysis is conducted by grouping the company's position into four quadrants. The vertical axis shows the company's ability to produce EVA and the horizontal axis shows the difference between sales growth with SGR (financial growth). And capital structure analysis is performed to find the capital mix which is able to balance between risk and return. Efficient capital mix should reduce the cost of capital or obtaining the smallest WACC smallest. The research found that the realization period with retained earnings policy average of 91.6%, the company can grow sustainable (quadrant 2), however in 2011 the company had insufficient funds (quadrant 1). Currently the company's capital structure is not optimal. The capital structure planned for forecast period in 2012 – 2016 is not yet optimal. While from the financial strategy matrix analysis it is obtained that the year 2012: the company's position in quadrant 1 (lack of funds) for all simulations, retained earnings should be planned for 100%. Year 2013: under normal conditions or crisis, dividend can be divided by 10% (quadrant 2). Year 2014: to divide the dividend by 40% for normal and crisis economic conditions. 2015: to divide the dividend by 30% if economic condition is normal, but when a crisis occurs, the maximum dividend should be 20% (quadrant 2). While for year 2016 plan: in normal economic condition, dividend is divided by a maximum of 10% (quadrant 2), if it is in a crisis situation, the dividend should be maximum of 5% (quadrant 2).
Kata Kunci : EVA , Pertumbuhan Penjualan , SGR , Strategi Keuangan Matrix , struktur modal optimal , WACC .