Laporkan Masalah

KORELASI ANTARA KOMPENSASI PERSEPSIAN DENGAN KOMITMEN ORAGANISASIONAL PADA KARYAWAN PT GUNUNG MADU PLANTATIONS (PERUMAHAN II)

Pilar Ayu Paradewi, Dr. Harsono, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Dalam manajemen sumber daya manusia, komitmen organisasional memiliki peran yang penting. Dimilikinya komitmen organisasional pada karyawan dipercaya dapat mendorong terbangunnya job satisfaction, produktivitas yang lebih tinggi, dan kebahagiaan dan loyalitas dalam bekerja. Oleh karena itu, semua perusahaan akan menerapkan kebijakan SDM yang dirasa dapat meningkatkan komitmen tersebut pada karyawan. Mengacu pada berbagai teori dan penelitianpenelitian sebelumnya, salah satu kebijakan SDM yang memiliki korelasi dengan komitmen organisasional adalah kompensasi, baik sebagai upah saja maupun sebagai paket keseluruhan yang menunjang kenyamanan karyawan. Mengacu pada latar belakang di atas, penelitian ini bermaksud menguji kembali hubungan antara kompensasi dengan komitmen organisasional. Kompensasi dikonstruksikan sebagai kompensasi material persepsian, kompensasi sosial persepsian, dan kompensasi aktivitas persepsian (Leibunon dan Weinstein: 1993); sementara komitmen organisasional dikonstruksikan sebagai kombinasi identification, involvement, dan loyalty (Porter et al.: 1974). Objek penelitian ini adalah karyawan PT. Gunung Madu Plantations yang berrumah dinas di Perumahan II. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner (sebanyak 263 eksemplar), wawancara, dan data sekunder dari perusahaan. Data kuesioner dioleh dengan Pearson’s correlational analysis, setelah terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kompensasi dengan komitmen organisasional. Hubungan tersebut bersifat searah, kuat, dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa komitmen karyawan dapat meningkat jika kepuasannya terhadap kompensasi juga meningkat. Korelasi tidak hanya ditemukan antara komitmen organisasional dengan kompensasi persepsian, tetapi juga antara komitmen organisasional dengan setiap subvariabel kompensasi persepsian. Dengan demikian, semua hipotesis penelitian in terdukung. Pada bagian akhir, penelitian ini menyediakan beberapa rekomendasi untuk manajer dan karyawan PT. GMP, dan saran untuk peneliti lain yang tertarik dengan topik serupa. Diungkapkan pula beberapa keterbatasan penelitian.

In human resources management, organizational commitment is claimed to have important roles. The possession of it in employees is believed to be able to lead them to job satisfaction, higher productivity, and more contentment & loyalty at work. Accordingly, every organization applies certain HR policies that can enhance their employees’ commitment. In accordance with several theories and previous researches, one of HR policies that is believed to have correlation with organizational commitment is (perceived) compensation, either as merely pay or more complete package that maintains employees’ wellbeing. Based on the aforementioned backgrounds, this study aims at reexamining the correlation between compensation and organizational commitment. Compensation is constructed as perceived material compensation, perceived social compensation, and perceived activity compensation (Leibunon and Weinstein: 1993); while organizational commitment is constructed as a combination of identification, involvement, and loyalty (Porter et al.: 1974). This research object is PT. Gunung Madu Plantations’ employees who particularly reside in Housing II. To collect the data, the researcher uses questionnaires distributed to 263 employees. The data is analyzed with Pearson’s correlational analysis after validity and reliability tests are conducted. The findings shows that perceived compensation does build correlation with organizational commitment. The correlation has positive direction, strong magnitude, and strong significance. This imply that employees’ commitment may increase if their satisfaction on compensation increases as well. The correlation is found not only in organizational commitment with the whole perceived compensation, but also in organizational commitment with each perceived compensation subvariable. Therefore, all the hypotheses in this research are supoorted. In the discussions part, researcher explains the reasons supporting the findings. At the end, this study provides some recommendations for managers and employees of PT. GMP, and some suggestions for next researchers who are interested in this topics. Some limitations are also revealed.

Kata Kunci : kompensasi persepsian, komitmen organisasi, kompensasi material persepsian, kompensasi sosial persepsian, dan kompensasi aktivitas persepsian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.