DAMPAK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PEMBATASAN LOAN TO VALUE PADA KREDIT PEMILIKAN RUMAH DAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR BAGI SAHAM-SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Noor Sagita Hersini, Prof. Dr. Marwan Asri., MBA., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPada tanggal 15 Maret 2012, Bank Indonesia, sebagai pembuat regulasi industri perbankan di Indonesia, mengumumkan ditetapkannya pembatasan maksimal loan to value (LTV) sebesar 70% atau minimal down payment (DP) sebesar 30% atas pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang diimplementasikan mulai tanggal 15 Juni 2012 pada bank-bank konvensional. Penetapan kebijakan Bank Indonesia tersebut akan berpengaruh pada kinerja perbankan dan diperkirakan akan mempengaruhi saham serta ekspektasi para investor terhadap saham saham perbankan. Tujuan dari tesis ini adalah untuk menjawab apakah penetapan kebijakan pembatasan maksimum loan to value (LTV) pada KPR dan KKB perbankan berpengaruh terhadap return taknormal saham perbankan pada sekitar periode implementasinya yaitu tanggal 15 Juni 2012, yang diwakili oleh delapan saham bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi peristiwa untuk menguji adanya kandungan informasi dari pengumuman dengan menggunakan return taknormal (abnormal return) sebagai alat ukur. Secara umum, implementasi kebijakan pembatasan maksimum loan to value (LTV) pada kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor perbankan tidak memiliki kandungan informasi karena tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata rata abnormal return yang terjadi sebelum dan sesudah peristiwa.
The main purpose of this research is to analyze the effect of policy implementation by Bank Indonesia on loan to value restriction to mortgages and vehicle loans on June 15, 2012 to the banking stock return, measured by abnormal return. Data on this research is secondary data collected from Indonesian Stock Exchange (www.idx.co.id). The sample is stock from 8 national banks that focuses on consumer lending segment represented by Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank International Indonesia (BNII), Bank Permata (BNLI), and Bank Pan Indonesia (PNBN). Event study analysis is used to analyse the information content from the announcement, in combination with abnormal return as measurement indicator. This study finds that the policy implementation has no information content because there is no significant difference between the average abnormal return before and after the event.
Kata Kunci : regulasi, loan to value, kredit perbankan, return taknormal, studi peristiwa