Laporkan Masalah

EVALUASI PENDAPATAN PELABUHAN (TERMINAL) MELALUI PENDEKATAN REGRESI SHIP TURNAROUND TIME

Muhammad Aftoni, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Waktu pergi pulang kapal (ship turnaround time) dan jumlah throughput petikemas merupakan objektif suatu pelabuhan (terminal) bongkar muat tanpa mengesampingkan kerusakan barang pada saat kegiatan bongkat dan/atau muat. Penelitian dilakukan pada 3 (tiga) terminal yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terminal yang memiliki korelasi paling kuat antara waktu pergi pulang kapal dan kegiatan bongkar muat. Kran dermaga merupakan alat penunjang kegiatan bongkar muat yang paling utama. Namun, keseluruhan fasilitas kegiatan bongkar muat harus berjalan harmonis karena apabila terjadi kemacetan pada salah satu kegiatan maka akan menghambat penanganan. Pelayaran sebagai konsumen dari pelabuhan pastilah dirugikan karena keterlambatan yang disebabkan kinerja pelabuhan yang kurang efektif. Setelah diketahui terminal operator yang memiliki korelasi paling kuat kemudian dilakukan evaluasi pendapatan pelabuhan dengan menggunakan selisih waktu sandar apabila dimanfaatkan sebagai kegiatan bongkar muat. Kesimpulan hasil analisa yang diperoleh bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara variable Jumlah Kran dermaga (CrnAll) dengan Waktu Pergi Pulang Kapal (SrvHrs). Hal ini berarti bahwa penambahan jumlah kran dermaga akan mempercepat waktu pergi pulang kapal pada suatu Pelabuhan (Terminal) dan adanya peluang bagi pelabuhan (terminal) untuk menghasilkan pendapatan yang lebih dengan menfaatkan selisih waktu sandar yang kurang efektif apabila dipergunakan untuk kegiatan bongkar dan/atau muat.

Ship turnaround time and container throughtput are the objective of a port (terminal) without ignored potentially damage cargo while doing loading and/or discharge (unloading) containers from/to ship. This research was taken places on 3 (three) terminal operators in Port of Tanjung Priok. This research aims to indentify which container terminal that has strong correlation with loading and/or discharge (unloading) containers from/to ship. Quay crane is the main facility for loading and/or unloading container from/to ship. Otherwise, all the port facilities must works harmonically; if there is occurs congestion in some port facilities will caused a delay. Shipping line as a customer will suffers a loss because of ineffective of port operation. After that, this research find out the possibility of revenues will be generate if port operates more effective. The research has 2 (two) conclusions, there are: (1) significant negative correlation between sum of quay cranes (CrnAll) and ship turnaround time (SrvHrs). Which is mean an addition number of quay crane is shorter ship turnaround time, and (2) the possibility of revenues will be generate if port operates more effective.

Kata Kunci : ship turnaround time, produktivitas pelabuhan, dan operasi pelabuhan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.