ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN BANK PERKREDITAN RAKYAT
Kuntari Setyorini, Dr. Setiyono Miharjo, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah rasio-rasio keuangan yang termasuk dalam faktor CAMEL pada penilaian tingkat kesehatan bank (TKS), yaitu capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), loan to deposit ratio (LDR) dan return to assets (ROA) dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan dari suatu Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis statistik diskriminan (discriminant analysis) dengan variabel penelitian terdiri dari 2 (dua) variabel dependent berbentuk nonmetrik/kategori dengan 2 (dua) kategori, yaitu bank yang bangkrut dan bank yang tidak bangkrut serta 4 (empat) variabel independent berbentuk metrik/angka, yaitu berupa rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio keuangan yang digunakan adalah rasio CAR, NPL, LDR, dan ROA. Sementara jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 23 BPR yang telah dilikuidasi pada periode tahun 2006 sampai dengan 2011 dan 230 sampel BPR wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten yang masih beroperasi sampai dengan posisi 31 Desember 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu rasio CAR, NPL, LDR dan ROA mampu membedakan antara kelompok bank yang bangkrut dan bank yang tidak bangkrut karena nilai signifikansinya jauh di atas 0,05. Selain itu tingkat ketepatan prediksi kebangkrutan bank untuk satu tahun sebelum kebangkrutan sebesar 93,28% lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan data dua tahun sebelum kebangkrutan sebesar 87,75%. Dengan demikian rasio CAR, NPL, LDR dan ROA pada satu tahun sebelum bangkrut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebangkrutan bank.
This research aimed to examine whether the financial ratios included in CAMEL facorts on Bank Rating (TKS, the capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), loan to deposit ratio (LDR) and return to assets (ROA) can be used to predict the bankruptcy of a Indonesian Rural Bank (BPR). The method used in this research is the statistical discriminant analysis to study variables consists of 2 (two) dependent variable shaped non-metrical/category with 2 (two) categories, namely the bankrupt bank dan the non bankrupt bank with 4 (four) independent variable shaped metrics/numbers, in the form of financial ratios. The financial ratios used are CAR, NPL, LDR and ROA. While the number of samples in this research are 23 Indonesian Rural Bank (BPR) that have been liquidated from year 2006 until 2011 and 230 samples BPR located in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi and Banten area that still in operation until December 31st, 2011. The results showed that all the independent variables used in this research, the ratio of CAR, NPL, LDR, and ROA is significantly able to differ the bankrupt bank and the non bankrupt bank with the significant value above than 0,05. In addition, the level of accuracy for the prediction of bank bankruptcy one year prior to bankruptcy was 93,28% or higher than the data 2 (two) years before the bankruptcy was 87,75%. Thus CAR, NPL, LDR & ROA ratio in the year before the bankruptcy has a significant impact on the bank’s collapse.
Kata Kunci : Tingkat Kesehatan Bank (TKS), CAMEL, capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), loan to deposit ratio (LDR) dan return to assets (ROA), off-site supervision, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), discriminant analysis.