Laporkan Masalah

THE IMPACT OF JAPAN EARTHQUAKE DISASTER ON INDONESIAN AUTOMOTIVE AND AUTO PART SUBSECTOR An Event Study

Eko Prasetyo Widodo, Dr. Suad Husnan, MBA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 telah menyebabkan dampak yang serius terhadap perekonomian Jepang. Pada tanggal tersebut, gempa yang berasal dari dasar laut Jepang dengan kekuatan 9 skala Ritchter telah memporak-porandakan Tohuku. Meskipun Tohuku hanya memberikan sumbangsih sebesar 2,5 persen dari total ekonomi Jepang, namun dampak dari gempa tersebut sangat berpengaruh bagi perekonomian Jepang secara keseluruhan. Secara umum, penelitian empiris ini berusaha untuk mengetahui dampak bencana gempa bumi Jepang pada sub sektor otomotif dan suku cadang di Indonesia. Sedangkan secara spesifik, penelitian ini memiliki dua tujuan. Tujuan pertama adalah untuk menyelidiki apakah kejadian bencana gempa bumi Jepang memiliki informasi berharga yang dapat mempengaruhi kinerja saham pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di sub sektor otomotif dan suku cadang di Bursa Efek Indonesia yang tercermin dengan adanya abnormal return pada saat dan setelah peristiwa gempa Jepang terjadi. Tujuan kedua adalah untuk mengukur perbedaan aktivitas perdagangan saham (trading volume activity) pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di sub sektor otomotif dan suku cadang di Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini, gempa Jepang akan dipelajari dengan menggunakan pendekatan event study. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling dengan mempertimbangkan empat kriteria, perusahaan sampel adalah anggota sub sektor otomotif dan suku cadang, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), aktif diperdagangkan, dan perusahaan memiliki hubungan bisnis dengan pasar atau entitas bisnis Jepang. Sepuluh dari dua belas perusahaan memenuhi kriteria tersebut. Penelitian ini memiliki 131 hari periode observasi yang diklasifikasikan ke dalam dua kategori, 120 hari estimasi (estimation window) dan 11 hari pengujian (event window). Distribusi data diuji untuk menentukan normalitas data. Data dengan distribusi normal dianalisis dengan menggunakan uji parametrik one sample t test dan paired t test sedangkan data non normal dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon’s signed rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada abnormal return negatif yang signifikan selama event window. Aktivitas perdagangan saham (trading volume activity) yang signifikan lebih besar terjadi pada t+1, t+5, t+6, t+7, t+9, dan t+10. Aktivitas perdagangan yang signifikan lebih besar tidak dikonfirmasi oleh munculnya abnormal return negatif yang signifikan. Di luar harapan, pada t+8, terdapat abnormal return positif yang signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa investor bereaksi lambat dan mencerminkan bahwa pasar saham Indonesia kurang efisien. Selain itu juga menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh bencana bencana Jepang.

Japan earthquake disasters inflicted serious consequences on Japan economy. On March 11, 2011, a 9.0 of Ritcher scale undersea earthquake hit Tohoku in Japan. Although Tohoku region is only contribute for about 2.5 percent of Japan total economy, the ripple effects of earthquake disaster were significantly impacting Japan overall economy. This empirical study investigates the impact of Japan earthquake disaster on Indonesian automotive and auto part subsectors. The first objectives of this research is to investigate whether the event of Japan earthquake disaster contains valuable information that may affect stock performance of companies that are listed in Indonesian automotive and auto part subsector as reflected by the presence of abnormal return during the event. Researcher would like to measure the occurrence of abnormal returns in Indonesian automotive and auto part subsector at event day and after event. The second objective is to measure the difference of stock trading activities of companies that are listed in Indonesian automotive and auto part subsector at event day and after event. This research would like to utilize Japan earthquake as a phenomenon or an event of interest. Japan earthquake or the event will be studied thoroughly by using event study approach. Samples are selected through purposive sampling method by considering four criteria; the sample companies are member of automotive and auto parts sub sectors, listed in Indonesia stock market (IDX), actively traded, and the companies has business relationship with Japan. Ten out of twelve companies satisfy those criteria. The research has 131 days of observation period which is classified into two categories; 120 days of estimation window and 11 days of event window. Data distribution is tested to determine the normality of the data. Normally distributed data are analyzed by using parametric test of one sample t test and paired t test whereas non normal data are analyzed by using non parametric test of Wilcoxon’s signed rank test. It turns out that the result is different from expectation. There is no significant negative abnormal return during event window. Higher trading volume activity is founded at t+1, t+5, t+6, t+7, t+9, and t+10. The elicited insight from research finding is that the occurrence of significant higher trading volume activity does not confirmed by the existence of negative abnormal return. But unexpectedly, at t+8, significant positive abnormal return does exist. The occurrence of significant positive abnormal return at t+8 shows that there is delay of investor’s reaction toward the information of the Japan earthquake disaster. The slow reaction of the investors reflects that Indonesian stock market is less efficient. And it also indicates that Indonesian stock market is not heavily affected by Japan catastrophic disaster.

Kata Kunci : event study, efficient market hypothesis, pasar saham, gempa Jepang , abnormal return, rata-rata abnormal return, rata-rata volume perdagangan saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.