Laporkan Masalah

ANALISA KUALITAS KREDIT 15 BANK DI INDONESIA DALAM MENGHADAPI RISIKO PASAR MELALUI METODE STRESS TEST

Adhika Nandiwardhanana, Drs. Setiono Miharjo, MBA., Ph.D

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kualitas kredit 15 bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset menggunakan data tahun 2002-2011, dalam mengahadapi skenario guncangan risiko pasar yang sangat ekstrim. Penelitian diawali dengan menguji pengaruh siklus perekonomian, tingkat efisiensi bank, risiko pasar, dan harga bahan bakar terhadap kualitas kredit 15 bank di Indonesia menggunakan analisis regresi dengan model white heteroskedasticity consistence variance fixed effect. Hasil dari regresi akan digunakan dalam stress test dengan pendekatan topdown terhadap kualitas kredit dari 15 bank di Indonesia dalam mengahadapi skenario guncangan risiko pasar yang sangat ekstrim. Hasil penelitian menunjukan bahwa siklus perekonomian, risiko pasar, dan harga bahan bakar berpengaruh positif terhadap kualitas kredit 15 bank di Indonesia. Hal ini ditujukkan dengan variabel tingkat pertumbuhan PDB, tingkat pertumbuhan kredit, tingkat pertumbuhan IHSG, tingkat suku bunga SBI, tingkat pertumbuhan nilai tukar Rupiah/USD dan tingkat pertumbuhan harga bahan bakar premium yang berpengarug secara positif terhadap penyisihan penghapusan asset produktif dan nonperforming loan. Sebanyak 15 bank yang menjadi amatan menunjukan penurunan kualitas kredit yang sangat besar setelah diguncangan peningkatan risiko pasar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai PPAP/Total Loan dan NPL gross dari 15 bank yang rata-rata mengalami peningkatan sebesar masing-masing 1185,68% dan 904,24% setelah diguncang dengan risiko pasar yang sangat ekstrim. Atas peningkatan NPL gross tersebut, maka 14 dari 15 bank yang menjadi amatan harus melakukan injeksi modal untuk memenuhi syarat rasio kecukupan modal minimum (CAR) minimum 8% dan dapat menjalankan bisnisnya secara normal.

The objective of this research is to perform loan quality stress test among 15 biggest bank in Indonesia based on asset, using annually data from 2002 to 2011 when headed with exceptional but plausible market risk shock. This research started with analyze the influence between economic cycle, bank efficiency rate, market risk, and fuel cost to loan quality using regression analysis with white heteroskedasticity consistence variance fixed effect model. The result from regression analysis will be used as a stress test model (top-down approach) to assess loan quality to exceptional but plausible market risk shock scenario. The result from regression analysis show that economic cycle, market risk, and fuel cost are significance influence to loan quality of 15 banks in Indonesia. This result confirm by variables which is GDP growth, credit growth, IHSG growth, SBI rate growth, rupiah/usd exchange rate growth, and rise of premium fuel price that had a significance influence to PPAP and non-performing loan. All of 15 bank that being use as a sample in this research show severe decline in loan quality after shocked by the increase of market risk. This result confirm by PPAP/Total Loan and gross NPL from 15 biggest bank in Indonesia that averagely increase at 1185,68% and 904.24% after shock by exceptional but plausible market risk scenario. The rise of gross NPL cause 14 from 15 bank that being analyze has to inject additional capital to achieve 8% Capital Adequacy Ratio (CAR) and to continuing business as usual.

Kata Kunci : stress test, kualitas kredit, risiko pasar, PPAP, NPL, PDB, pertumbuhan kredit, IHSG, cost-to income ratio, suku bunga SBI, nilai tukar rupiah/USD, premium dan solar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.