Laporkan Masalah

ANALISIS SWOT TERHADAP STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM Studi Kasus

YUGO NUGROHO, Dr. Sony Warsono, MAFIS.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Jamur merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting, karena dapat menjadi mata pencaharian masyarakat dan mempunyai andil cukup besar sebagai penghasil devisa negara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Peningkatan permintaan pasar akan jamur dan adanya manfaat jamur bagi kesehatan mengakibatkan tumbuhnya industri jamur. Potensi untuk mengembangkan usaha jamur, belum dapat direspon secara maksimal oleh perusahaaan karena adanya beberapa masalah dalam perkembangannya. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah kapasitas produsi belum optimal, pemasaran produk masih tergantung dua orang bandar, kenaikan biaya produksi akibat peningkatan harga BBM, keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha, dan persaingan dalam harga. Dengan adanya masalah tersebut, dan untuk menghadapi persaingan maka perlu dirumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk Perusahaan Jamur NAD. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh Perusahaan Jamur NAD serta faktor internal perusahaan yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan jamur NAD; (2) Merumuskan strategi pengembangan usaha dari hasil analisis eksternal dan internal perusahaan Penelitian dilakukan pada Perusahaan Jamur NAD yang berlokasi di Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan jamur NAD sedang mengalami permasalahan target penjualan yang belum tercapai, pemasaran produk masih tergantung dua orang bandar, kenaikan biaya produksi akibat peningkatan harga BBM, keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha, dan persaingan dalam harga. Pengambilan data dilakukan mulai bulan Maret hingga bulan Mei 2011. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis lingkungan eksternal perusahaan (mencakup lingkungan makro dan industri), analisis lingkungan internal, matriks External Factor Evaluation (EFE) dan Internal Factor Evaluation (IFE), matriks Internal-Eksternal (IE), matriks Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT), dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis matriks EFE diketahui bahwa peluang dari perusahaan adalah: 1) peningkatan permintaan jamur; 2) alat sterilisasi autoklaf; 3) tren kenaikan harga komoditas jamur; 4) industri jamur diarahkan untuk ketahanan pangan dan pengembangan teknologi kesehatan dan obat-obatan; 5) meningkatnya pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur; 6) kebijakan skim kredit UKM; dan 7) peningkatan PDRB Bogor. Ancaman perusahaan adalah: 1) ancaman pendatang baru besar; 2) peningkatan impor jamur; 3) peningkatan persaingan dalam industri jamur tiram putih; dan 4) peningkatan harga BBM atau bahan bakar minyak. Total nilai tertimbang adalah 3,10, yang berarti pada saat ini perusahaan dapat merespons peluang dan ancaman dengan baik, yaitu dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari ancaman eksternal perusahaan. Hasil analisis matriks IFE diketahui bahwa kekuatan dari perusahaan adalah: 1) mampu memproduksi dan menjual bibit jamur sendiri; 2) lokasi strategis; 3) lahan masih luas; 4) fasilitas produksi baik; 5) kualitas produk baik; 6) tenaga kerja yang kompeten. Kelemahan perusahaan adalah: 1) kapasitas produksi belum optimal sehingga menyebabkan tingginya HPP; 2) keterbatasan modal; 3) sistem administrasi keuangan sederhana; 4) kurangnya promosi jamur; dan 5) tergantung dua bandar; 6) peningkatan biaya produksi. Total nilai tertimbang adalah 2,56 yang berarti pada saat ini kondisi internal perusahaan berada di atas kondisi rata-rata. Hasil dari matriks IE diketahui bahwa perusahaan berada pada kuadran II atau pada posisi ”tumbuh dan kembangkan” (grow and build). Pada kondisi tersebut, strategi yang tepat digunakan adalah strategi intensif dan strategi integratif. Untuk mendapatkan alternatif strategi yang lebih teknis, maka perlu ditambahkan analisis Matriks SWOT. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, diperoleh 10 alternatif strategi. Hasil dari analisis matriks IE kemudian diintegrasikan dengan hasil analisis matriks SWOT. Hasil integrasi matriks IE dan QSPM diprioritaskan dengan QSPM. Pengambilan keputusan dilakukan melalui QSPM mendapatkan enam strategi utama. Keenam strategi tersebut adalah: 1) Mengoptimalkan kapasitas produksi dengan nilai STAS sebesar 6,29; 2) menekan biaya produksi dengan nilai STAS sebesar 6,03; 3) mencari pasar yang baru dengan nilai STAS sebesar 5,68; 4) meningkatkan promosi dengan nilai STAS sebesar 5,35; 5) meningkatkan penjualan bibit jamur dengan nilai STAS sebesar 5,27; dan 6) mencari dana tambahan dengan nilai STAS sebesar 4,42.

Fungus is one of the important agricultural commodities, as it can be a people's livelihood and have contributed substantial foreign exchange earner for the country to boost the economy of Indonesia. Increased market demand for the fungus and the fungus benefit to the health of the industry resulted in the growth of fungi. Potential to develop the business mold, yet can respond optimally by firms because of some problems in its development. Problems faced by the company is not yet optimal produsi capacity, product marketing people still depend on two dealers, increased production costs due to increased fuel prices, limited capital to expand business, and competitive in price. Given these problems, and to face the competition then it needs appropriate business development strategy for the Company of Mushrooms NAD. The purpose of this study were: (1) Analyze the external factors into opportunities and threats faced by the Company of Mushrooms NAD as well as internal factors into strengths and weaknesses of the company NAD fungi, (2) Formulate a business development strategy of the company's external and internal analysis the study was conducted at NAD Mushroom Company, located in Bogor Regency. Site selection is done on purpose (purposive) with the consideration that the company was having problems fungal NAD sales targets are not achieved, the marketing of the product is still depend on two dealers, increased production costs due to increased fuel prices, limited capital to expand business, and competitive in price. Data is collected from March until May 2011. The data used in this study includes primary data and secondary data. Methods of processing and analyzing data using descriptive analysis, analysis of the company's external environment (including the macro environment and industry), internal environmental analysis, matrix External Factor Evaluation (EFE) and the Internal Factor Evaluation (IFE), the matrix Internal-External (IE), the matrix Strengths -Weaknesses-Opportunities- Threats (SWOT), and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results of the analysis of EFE matrix is known that the chances of the company are: 1) increased demand for mushrooms; 2) autoclave sterilizer, 3) the trend of rising commodity prices fungi; 4) mushroom industry is directed to food security and development of health technology and pharmaceuticals; 5) increasing knowledge society will benefit mushrooms; 6) policies SME credit scheme, and 7) increase in GDP Bogor. The threat of the company are: 1) the threat of new entrants, 2) an increase in imports of mushrooms; 3) increased competition in the white oyster mushroom industry, and 4) an increase in fuel prices or fuel oil. The total weighted value was 3.10, which means that at present the company can respond to opportunities and threats to the well, which can take advantage of existing opportunities and avoid external threats the company. The results of the analysis of IFE matrix is known that the strength of the company are: 1) able to produce and sell seed fungus itself, 2) strategic location, 3) the land is still at large; 4) whether the production facilities; 5) good quality products; 6) a competent workforce . Its disadvantages are: 1) the optimal production capacity has not led to higher COGS, 2) the limited capital, 3) simple financial administration system, 4) lack of promotion of mushrooms, and 5) depending on the two airports; 6) increased production costs. The total weighted value is 2.56 which means that the current internal condition of the company is above the state average. The results of the IE matrix is known that the company is in quadrant II or to \\"grow and develop\\" (grow and build). In these conditions, the right strategy is a strategy used intensive and integrative strategies. To get a more technical alternative strategy, it is necessary to add a SWOT matrix analysis. Based on the SWOT analysis matrix, acquired 10 alternative strategies. Results of analyzes IE matrix then integrated with the results of the SWOT matrix analysis. The results of the integration of IE matrix and prioritized with QSPM QSPM. Decision-making is done through QSPM get six main strategies. The six strategies are: 1) Optimizing the production capacity with a value of 6.29 Stas, 2) lower production costs by Stas value of 6.03; 3) look for new markets with a value of 5.68 Stas, 4) improve the promotion of the Stas value of 5.35; 5) increase the sale of seeds of the fungus with a value of 5.27 Stas, and 6) seek additional funding to the value of 4.42 Stas.

Kata Kunci : Manajemen Strategik, Analisis SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.