Laporkan Masalah

PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EFQM Studi pada PT Bank ICB Bumiputera, Tbk Daerah Jakarta

Riny Farnastari, Prof. Dr. Ahmad Djamli, Drs., MA

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penilaian kinerja merupakan suatu aspek yang dapat menjadikan perusahaan mencapai keunggulan bersaing di pasar. Penilaian kinerja perlu kerangka terorganisir yang dapat menganalisis dan mengevaluasi kondisi lingkungannya secara terus menerus. Salah satu alat untuk penilaian kinerja secara menyeluruh adalah model EFQM yang merupakan alat praktis untuk membantu organisasi mencapai kesuksesan. Model EFQM dibagi ke dalam 5 (lima) kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung (enablers) dan 4 (empat) kriteria hasil (results). Kriteria-kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung (enablers) yaitu, kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan dan strategi, kemitraan dan sumber daya, serta proses. Kriteria-kriteria yang tergolong dalam hasil (results) yaitu, kriteria kepuasan pelanggan, kriteria kepuasan karyawan, kriteria dampak terhadap masyarakat, dan kriteria kinerja bisnis. Kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung berkaitan dengan bagaimana suatu institusi menjalankan aktivitasnya, sedangkan kriteria hasil berkaitan dengan pencapaian yang dinilai atas kehendak dari para pemangku kepentingan. Penilaian kinerja dengan model EFQM berdasarkan bobot skor diteliti di PT Bank ICB Bumiputera dengan menggunakan analisa data yang dikumpulkan melalui kuisioner dan dilakukan analisis berdasarkan skoring. Diantara kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung (enabler) dalam model EFQM yang paling berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dianalisa dengan menggunakan uji regresi linier. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa dari kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung (enabler), nilai skoring tertinggi dari model EFQM adalah sub kriteria sumber daya dan kemitraan, skoring terendah adalah sub kriteria kepemimpinan. Dari kriteria hasil, nilai skoring tertinggi dari model EFQM adalah dampak terhadap masyarakat dan skoring terendah adalah kepuasan karyawan. Kriteria yang memungkinkan kinerja berlangsung (enabler) yang paling mendorong kinerja adalah sub kriteria sumber daya dan kemitraan dengan menampilkan nilai koefisien regresi tertinggi.

Performance measurement is an aspect that enable organizations to succeed in market competition. It needs organized framework to analyse, and evaluate environment conditions continuously. A kind of tools in measuring performance thoroughly is EFQM Model which is a practical tool to help organization to reach their goals. EFQM Model can be devided into five (5) enablers criteria and four (4) results criteria. Enablers criteria are consist of leadership, people, policy and strategy, partnerships and resources, and process, while results criteria are consist of customer results, people results, society results, and key performance results. Enabler criteria represent how the organisations operates, while results criteria represent organization‟s target, and how to achieve them. Performance measurement of EFQM Model applied by measuring weight which is researched in PT Bank ICB Bumiputera by using data analysis that be upholded using a quessioneire and can be done by using score analysis. The most related factor among the enablers criteria in EFQM Model be analysed using linier regression test. From the result of the research, can be concluded that the most related factor among the enablers criteria is partnership and resources, while the lowest score is leadership criteria. From the results criteria, the highest score is society result criteria,and the lowest criteria is people result criteria. The most related factor in boosting performance is resources and partnership criteria which has the highest regression coefficient.

Kata Kunci : penilaian kinerja, model EFQM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.