EVALUASI KINERJA REKSADANA SAHAM PERIODE PENELITIAN TAHUN 2009 - 2012 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SHARPE, TREYNOR DAN JANSEN ALPHA
Lucia Wahyuningrum, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenInvestasi merupakan suatu istilah yang selalu dihubungkan dengan masalah keuangan, ekonomi, dan bagaimana mengatur keduanya. Namun di dalam melakukan investasi selain keuntungan yang diharapkan juga terdapat risiko di dalamnya. Salah satu instrumen investasi adalah reksadana saham. Seorang Investor tentu mempunyai perencanaan tertentu terhadap keuntungan yang akan diperoleh selama melakukan investasi pada reksadana saham. Dengan demikian, selain potensi keuntungan yang optimal dari reksadana saham, investor juga harus diberikan suatu informasi mengenai risikonya. Atas kebutuhan akan informasi mengenai kinerja reksadana saham dan potensi risikonya, maka penulis melakukan penelitian kinerja reksadana saham dengan menghitung dan mengevaluasi kinerjanya dengan tiga metode yaitu : Sharpe, Treynor, dan Jensen yang kemudian dibandingkan dengan empat macam benchmark yaitu IHSG, Indeks LQ45, Indeks BIS27, dan Indeks Kompas 100. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menghitung kinerja investasi reksadana saham dengan berbasis risiko. Dalam penelitian ini, dilakukan juga uji terhadap konsistensi ranking kinerja reksadana tersebut secara simultan dengan metode Kendall W. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa : pengukuran dengan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen yang dibandingkan dengan empat benchmark menunjukkan bahwa secara umum kinerja 48 reksadana saham berkinerja kurang baik atau underperform. Namun demikian, dalam penelitian nampak adanya satu reksadana saham yang selalu menunjukkan kinerja outperform pada semua jenis metode pengukuran dan benchmark. Dari segi konsistensi ranking kinerja dapat disimpulkan bahwa ada konsistensi ranking kinerja antar tiga metode pengukuran tersebut. Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa fund manajer telah melakukan diversifikasi portofolio dengan baik.
Investment is a term that is always in connection with financial, economic, and how to manage both. However, in doing investment, other than the expected profit there is also risk. One of the investment instruments is equity - mutual fund. An investor has to posses certain planning towards the profit which will be obtained, when he is doing investment in equity-mutual fund. Hence, other than potential and most-advantageous profit from equity-mutual fund, investor also has to be warned of its associated risk. In need of information regarding equity–mutual fund performance and its potential risk, research is conducted on the performance of equity–mutual fund, by calculating and evaluating its performance using three methods, those are: Sharpe, Treynor and Jensen, which then is compared by four benchmarks: IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan/Jakarta Composite Index), Index LQ45, Index BIS27 and Index Kompas 100. This is conducted as a means to calculate performance of risk-based equitymutual fund investment. It is also conducted in this research, a testing towards mutual fund’s performance rank consistency, along with Kendall W’s method. It is concluded in this research that calculation using Sharpe, Treynor and Jensen’s methods which are compared with four benchmarks shows that the performances of 48 equity-mutual fund generally is poor or underperformed. Nonetheless, in this research it appears that one equity-mutual fund is always outperformed in all calculation methods and benchmarks. From the facet of performance rank consistency, it could be concluded that there is a consistency in the performance rank between three calculation methods. This could also indicate that the fund manager has conducted proper portfolio diversification.
Kata Kunci : kinerja reksadana saham, konsistensi kinerja, konsistensi ranking, Sharpe, Treynor, Jensen, Kendall W