OPTIMAL CAPITAL STRUCTURE ANALYSIS FOR PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII
Heru Wijayanto, Dr. Su'ad Husnan, MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenSemakin rendah biaya modal suatu perusahaan maka semakin tinggi nilai perusahaan tersebut. Suatu perusahaan seharusnya mempertimbangkan biaya modalnya guna membentuk struktur modal yang optimal karena struktur modal yang optimal dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Program investasi yang melibatkan sejumlah uang dalam nilai yang cukup besar dari sumber pendanaan eksternal membuat PT Perkebunan Nusantara VII merasa perlu mempertimbangkan apakah struktur modal pada tahun 2009 sudah optimal, dan seberapa besar struktur modal yang optimal bagi perusahaan. Tujuan utama riset ini adalah untuk menetapkan struktur modal yang optimal bagi PTPN VII dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan data keuangan perusahaan pada tahun 2009, Rencana Jangka Panjang PTPPN VII 2010-2014, dan data-data perekonomian serta data industri perkebunan. Pengumpulan data menggunakan analisis data rekaman yang merupakan bentuk dari pengamatan non-behavioral. Dalam menghitung nilai perusahaan, digunakan metode discounted cash flow of income approach. Pada tahun 2009, PTPN VII memiliki rasio hutang terhadap modal sebesar 127% dengan biaya modal sebesar 11.70%. Tingkat struktur modal yang optimal adalah pada tingkat DER 150% atau pada saat perusahaan mengunakan 60% hutang dan 40% ekuitas. Hal ini bersarti bahwa perusahaan masih memiliki rentang untu menaikkan tingkat hutangnya guna mendanai program investasinya. Tetapi PTPN VII jika dibandingkan dengan rata-rata industri perkebunan, masih memiliki tingkat DER yang masih cukup tinggi dimana tingkat DER industri adalah 70%. Saat ini Manejemen PTPN VII tidak begitu memperhatikan tingkat struktur modal optimalnya karena masih memprioritaskan ketersediaan dana untuk mendanai program investasinya.
The lower cost of capital the higher the firm value. Company should consider the cost of capital in order to develop the optimal capital structure since it can maximize value of the firm. Investing program that involve large number of external financial source make PTPN VII needs to consider whether the capital structure in 2009 was optimal and how much the optimal capital structure. The main purpose of this research is to determine the optimal capital structure of PTPN VII by considering several factors influencing. This research will be conducted based on financial data of PPTN VII in 2009, Business Plan of PTPN VII 20010-2014 and data of economy and plantation industry. Data collection use record analysis which is a form of non behavioral observation. The research use Discounted Cash Flow method of income approach on valuation. In 2009, PTPN VII has debt to equity ratio 127% with cost of capital was 11.70%. The optimal capital structure rest on about 150% debts to equity ratio or when company use 60% of debt and 40% of equity. It means PTPN VII has spear to use more debt for financing the investment program. However average capital structure of plantation industry was about 70% which was much lower than PTPN VII. Currently, management does not heavily concern on optimal level of capital structure since the company needs large number of fund for improving planted area profile and prioritizing the fund availability.
Kata Kunci : kombinasi optimum, struktur modal, biaya modal, nilai perushaan