Laporkan Masalah

ANALISIS NILAI INTRINSIK SAHAM DENGAN PENDEKATAN FUNDAMENTAL: STUDI PADA SAHAM PT INTRACO PENTA TBK

Arianta John, Dr. Sumiyana, M.Si.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pasar modal di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan sedang mengalami tren yang positif. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang semakin membaik, pertumbuhan kinerja emiten yang positif (ditandai dengan meningkatnya perusahaan yang go public), dan pertumbuhan pasar uang. Pertumbuhan ekonomi makro Indonesia, tidak terlepas dari pertumbuhan industri yang ada, diantaranya industri alat berat. Dalam tiga tahun belakangan (2009-2011) industri alat berat mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan , hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan sektor industri yang menggunakan alat berat seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan dan konstruksi. Diperkirakan permintaan alat berat untuk 5 tahun kedepan (2012- 2016) akan terus meningkat. Salah satu perusahaan yang memiliki kinerja baik di industri alat berat adalah PT Intraco Penta Tbk. Pada bulan mei 2011, PT Intraco Penta Tbk terpilih menjadi salah satu emiten terbaik dari 18 sektor yang diperingkat versi majalah investor. Penentuan juara sektor mengacu pada 8 kriteria pemeringkat emiten terbaik 2011. Seluruh kriteria merupakan gabungan antara kinerja fundamental dan teknikal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu para investor yang ingin berinvestasi di pasar modal khususnya saham, mendapatkan informasi mengenai kondisi ekonomi makro Indonesia, pertumbuhan industri alat berat dan nilai intrinsik saham PT Intraco Penta Tbk, sehingga mendapatkan return yang yang paling optimal. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, Badan Pusat Statitistik, dan sumber lainnya. Dalam menghitung nilai intrinsik saham dari PT Intraco Penta Tbk, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis fundamental saham diawali dengan menganalisis kondisi ekonomi makro Indonesia, industri alat berat dan terakhir adalah perusahaan (dalam hal ini adalah PT Intraco Penta Tbk). Data laporan keuangan yang digunakan adalah data 5 tahunan (2006-2010) yang diproyeksikan untuk 6 tahun kedepan (2011-2016). Penelitian ini menggunakan metode Free Cash Flow to The Equity (FCFE), Discounted Divdend Model (DDM) dan Price Earning Ratio (PER) dalam menghitung nilai intrinsik saham PT Intraco Penta Tbk. Berdasarkan ketiga metode tersebut didapatkan nilai intrinsik saham dari PT Intraco Penta undervalued terhadap harga pasarnya.

Capital market in Indonesia continues to grow and is experiencing a positive trend. This is certainly not independent of Indonesia’s macro economy is getting better, positive growth performance of listed companies (characterized by increased company that went to public), and the development of financial markets. Indonesian macro economic growth, is inseparable from the growth of existing industries, including heavy equipment industries. In the past three years (2009-2011) the heavy equipment industry has grown quite encouraging, it can be seen from the growth of industrial sectors that use heavy equipment such as mining, farming, forestry, and construction. Estimated demand or heavy equipment or the next 5 years (2012-2016) will continue to increase. One company that has a good performance in the heavy equipment industry is PT Intraco Penta Tbk. In May 2011, PT Intraco Penta Tbk was chosen to be one of the best companies from 18 sectors were rated by investor magazine. Winner determination sector refers to 8 criteria for best public company in 2011. All o the criteria are combination of fundamental and technical performance. The purpose of this study is to help investors who want to invest in the stock market in particular stocks, get information on Indonesian macro economic conditions, the growth of heavy industry and the intrinsic value of the share of PT Intraco Penta Tbk, so get the most optimal return. The data used in this study is a secondary data obtained by the Indonesia Stock Exchange, Bank Indonesia, Central Bureau Statistik, and other sources. In calculating the intrinsic value of stock of PT Intraco Penta Tbk, this study uses stock fundamental analysis approach begins by analyzing the macro economic conditions in Indonesia, the heavy equipment industry, and the last is company (in this case is PT Intraco Penta Tbk). Financial statement data used is the 5 year (2006-2010) is projected or 6 years (2011-2016). In calculating the intrinsic value of stock of PT Intraco Penta Tbk, this study uses Free Cash Flow to The Equity (FCFE), Discounted Dividend Model (DDM) and Pricing Earning Ration (PER). Base on calculation for the methods, the result for the intrinsic value of the stock of PT Intraco Penta Tbk was undervalued against its market price on september 30, 2011.

Kata Kunci : Analisis Fundamental, Proyeksi, Free Cash Flow to the Equty (FCFE), Discounted Dividend Model (DDM), Price Earning Ratio (PER), nilai wajar saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.