PENGEMBANGAN MODEL OPTIMASI WADUK PANDANDURI UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT
Ratih Kusuma Hartini, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng.
2013 | Tesis | S2 Teknik SipilSuplai air dari Jaringan Irigasi Interkoneksi Lombok Selatan belum mampu memenuhi kebutuhan air sebagian daerah irigasi di Lombok Selatan secara optimal, termasuk pada daerah irigasi (DI) yang berada pada sistem irigasi (SI) Sungai Palung dan Gambir. Untuk mencari penyelesaian pemenuhan kebutuhan air irigasi maka dilakukan pembangunan Waduk Pandanduri yang berfungsi untuk menampung air guna menambah pasokan ketersediaan air. Waduk Pandanduri disiapkan menjadi regulator pengelolaan sumberdaya air di daerah Pandanduri dan daerah sekitarnya. Rencana tersebut memerlukan informasi akurat tentang kemampuan suplai air waduk sesuai dengan pola budidaya tanam dan karakteristik ketersediaan air. Hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa terdapat potensi ketersediaan air tambahan berupa tampungan air di embung-embung dan pemanfaatan aliran kembali (return flow) yang terjadi di lahan dalam sistem irigasi tersebut. Untuk itu perlu dilakukan studi untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya air Waduk Pandanduri yang optimal dan terukur menurut kaidah operasi waduk. Pada penelitian ini dilakukan kajian optimasi pemanfaatan air Waduk Pandanduri untuk keperluan pemenuhan air irigasi SI Palung dan suplesi pada SI Gambir dengan memperhitungkan potensi ketersediaan air tambahan di lahan pada sistem irigasi. Pemodelan optimasi pemanfaatan air menggunakan metode Program Linier, yang dikombinasikan dengan teknik simulasi operasi pengaturan air waduk. Kemampuan optimum pemanfaatan air diukur secara multi kriteria meliputi aspek pencapaian intensitas tanam per tahun dengan mempertimbangkan nilai rasio antara release nyata dan target release berdasarkan kebutuhan air (faktor k) dan reliabilitas operasi waduk. Simulasi operasi pengaturan air waduk dilakukan selama 10 tahun (2002 – 2012). Inflow waduk dalam perhitungan menggunakan debit rerata tengah bulanan yang tercatat pada AWLR Suradadi. Besarnya outflow diperhitungkan berdasarkan target release yang terdiri dari kebutuhan air untuk penggelontoran dan kebutuhan air irigasi untuk daerah irigasi yang berada di SI Palung dan SI Gambir dengan pola budidaya tanam eksisting (padi – padi/palawija/tembakau – palawija/tembakau). Potensi ketersediaan air tambahan pada lahan di sistem irigasi berupa tampungan air di embung-embung dan return flow diperhitungkan sebagai faktor reduksi kebutuhan air irigasi (r) untuk menentukan kebutuhan air irigasi yang sesungguhnya (kebutuhan air irigasi neto) yang harus disuplai dari waduk. Hasil analisis neraca air global untuk seluruh daerah irigasi yang ditinjau secara teoritis tanpa memperhitungkan ketersediaan air tambahan menunjukkan bahwa terjadi defisit tahunan 38,7 juta m3 pada intensitas tanam eksisting 211%. Jika diperhitungkan ketersediaan air tambahan untuk luas tanam yang sama diperoleh kondisi surplus tahunan 22,9 juta m3. Penelitian sebelumnya (Azis, 2012), pemanfaatan air waduk optimal diperoleh pada intensitas tanam sebesar 237,2% dalam setahun yang melayani kebutuhan air untuk 4.477 ha areal baku dan suplesi sebesar 30% dari KAI DI Pandanduri ke SI Gambir dengan nilai faktor k sebesar 0,920 dan reliabilitas operasi waduk 90,0%. Hasil optimasi penelitian ini menunjukkan intensitas tanam maksimum 239,9% dalam setahun untuk 7.663 ha areal baku termasuk suplesi ke Sistem Irigasi Gambir dengan nilai rerata faktor k sebesar 0,879 dan reliabilitas operasi waduk 83,8%. Kondisi ini diperoleh untuk jadwal tanam pertengahan kedua bulan September dengan pola budidaya tanam eksisting.
Water supply from South Lombok Interconnection Irrigation Network has not able to meet water demand of irrigation areas in South Lombok including Palung and Gambir River Irrigation System. In order to overcome this problem the government has been building Pandanduri Reservoir to increase the water supply availability. The reservoir is prepared as the regulator of water resources management in Pandanduri and surrounding areas. The water allocation plan requires accurate information about the reservoir water supply capacity according to the croping pattern, cropping schedule and characteristics of water availability. The previous study reported that there is potential of additional water availability from ponds water storage and reuse water of return flow in the irrigation systems. Therefore, it requires more detailed study to determine the optimum capacity of the Pandanduri Reservoir in utilizing water based on some proper perfomance indicators of reservoir operation. This study is aimed to optimize water utilization of Pandanduri Reservoir in fulfilling irrigation water demand of Palung River Irrigation System and the required additional water to Gambir River Irrigation System. Optimization model was formulated by using Linear Programming method, which is combined with a simulation model to control release from reservoir within the operating rule. The capacity water utilization is measured by multi-criteria aspects, i.e. annual cropping intensity, k factor as the ratio between actual release and target release according to water demand, and the reliability of reservoir operation. The optimization and simulation were run simultaneously using input 10 years historical record of half monthly inflow discharge observed at Suradadi water level gauge. The amount of outflow as the target release consists of water demand for flushing and irrigation with existing cropping pattern (paddy – paddy/palawija/tobacco – palawija/tobacco). Potential of additional water availability from ponds water storage and return flow was taken into account for calculating net irrigation water demand. Result of global water balance analysis without taking the additional water availability into account shows 38.7 MCM annual deficit of water from the total amount of the target at annual cropping intensity of 211%. While taking additional water availability into account yields 22.9 MCM annual surplus. Previous study (Azis, 2012) showed that the available water in Pandanduri Reservoir was able to meet the irrigation water demand with maximum annual cropping intensity of 237.2% for 4,477 ha of command area and add water supply 30% of irrigation water demand of Pandanduri Irrigation Area to Gambir River Irrigation System. For that condition the k factor was 0.920 and the reliability of reservoir operations reached to 90%. Optimization results in this study shows an increase in maximum annual cropping intensity to 239.9% for 7,663 ha of command area including the exertion water to Gambir River Irrigation System that can be obtained by cultivating the first crop of paddy in the third week of September with existing cropping pattern. The optimum reservoir operation concludes that irrigation water supply capacity is characterized by average k factor of 0.879 and the operating reliability is 83.8%.
Kata Kunci : pemanfaatan air, optimasi multi kriteria, optimasi pengaturan air waduk