Laporkan Masalah

TEKANAN PENDUDUK TERHADAP ZONA REHABILITASI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JEMBER JAWA TIMUR

SAMSUL HADI, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F., MP.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Salah satu permasalahan dalam pengelolaan taman nasional adalah ancaman tekanan jumlah penduduk. Pengelolaan zona rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri juga dihadapkan pada permasalahan tekanan penduduk dari masyarakat sekitar. Sehingga tekanan penduduk dan tingkat ketergantungan masyarakat sekitar terhadap zona rehabilitasi dapat dijadikan salah satu kajian dalam menyusun strategi pengelolaan zona rehabilitasi. Tekanan penduduk terhadap kelestarian taman nasional diperkirakan akan terus meningkat, sehingga diperlukan berbagai upaya yang bersentuhan dengan peningkatan peran ekonomi taman nasional bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui tekanan penduduk (TP) terhadap zona rehabilitasi; 2. Mengetahui kontribusi zona rehabilitasi terhadap pendapatan masyarakat; 3. Menyusun alternatif strategi dalam pengelolaan zona rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Parameter yang digunakan dalam penelitian antara lain kondisi sosial ekonomi petani meliputi pendapatan petani, luas lahan petani dan pendapatan di luar sektor pertanian. Alternatif strategi pengelolaan zona rehabilitasi dianalisis dengan SWOT. Penelitian dilaksanakan di desa sekitar kawasan zona rehabilitasi yaitu Desa Wonoasri, Desa Curahnongko, Desa Andongrejo dan Desa Sanenrejo dengan responden adalah petani yang terlibat dalam pengelolaan zona rehabilitasi masing-masing desa sebanyak 30 responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tekanan penduduk terhadap zona rehabilitasi dari ke empat desa lokasi penelitian. Tingkat tekanan penduduk bervariasi mulai sedang sampai tinggi. Tingkat TP paling tinggi terdapat di Desa Andongrejo. Di ketiga desa lainnya TP sedang. Adanya tekanan penduduk menunjukkan bahwa luas lahan pertanian di desa sekitar zona rehabilitasi sudah tidak mencukupi untuk hidup layak bagi petani. Zona rehabilitasi mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan petani. Alternatif strategi yang diajukan dalam pengelolaan zona rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri yaitu: 1) Memberdayakan masyarakat sekitar kawasan khususnya bagi petani rehabilitasi; 2) Mengoptimalkan peran kelembagaan dan SDM kehutanan; 3) Membudidayakan tumbuhan yang bermanfaat dari kawasan TN di lahan milik masyarakat; 4) Meningkatkan status sebagian zona rehabilitasi menjadi zona tradisional dengan pemanfaatan tanaman pokok; 5) Peningkatan produktivitas dan nilai jual hasil tanaman pokok; 6) Penegakan hukum secara tegas bagi yang melanggar ketentuan pengelolaan zona rehabilitasi.

One problem of national park management is threat of total population pressure. Management of rehabilitation zone of Meru Betiri National Park also faces problem of population pressure around local society. So that, population pressure and dependence rate around the local society against rehabilitation zone may be a study in structuring strategy of rehabilitation zone management. Population pressure on national park conservation is estimated to increase continuously, so that it is necessary to make various efforts associated with increasing of economic role of national park in improving society prosperity around the area. This study intends to: (1) understand population pressure (PP) on rehabilitation zone; (2) understand contribution of rehabilitation zone to society income; (3) structure alternative strategies in managing the rehabilitation zone. This study used descriptive-qualitative methods. Parameters used in this study were social-economic conditions of farmers consisting of income, area width and income out of farming sector. Alternative strategies of rehabilitation zone management were analyzed by SWOT. This study was conducted in villages around rehabilitation zone area, namely, Wonoasri, Curahnongko, Andongrejo and Sanenrejo, where the respondents were 30 farmers involved in managing rehabilitation zone of each village. The results of study indicated that there was population pressure on rehabilitation zone of 4 villages in study location. Population pressure rates varied from medium to high. Highest PP rate was located in Andongrejo. Three other villages had medium PP rates. The population pressure indicated that farming area in villages around rehabilitation zone had been insufficient to meet proper life need for farmers. The rehabilitation zone had most significant contribution to farmer income. Alternative strategies proposed in managing the rehabilitation zone of Meru Betiri National Park were to: (1) empower residents around area, especially rehabilitation farmers; (2) optimize role of community institutions and forestry human resources; (3) customize profitable crops in national park area in land plots belonging to residents; (4) increase transformation from status of some rehabilitation zones to traditional zones by using main plants; (5) law enforcement firmly to solve those who violate provisions of rehabilitation management.

Kata Kunci : tekanan penduduk, zona rehabilitasi, taman nasional, SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.