Laporkan Masalah

ANALISIS VEGETASI DENGAN METODE PETAK UKUR BERSARANG DI GOA JEPANG, SLEMAN, YOGYAKARTA

ANDYKA PARAMA ARTHA, Ir. Dwi T Adriyanti, MP

2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif diantara jajaran gunung di Pulau Jawa. Karakteristik Gunung Merapi yang dikenal meletus secara periodik menyebabkan bencana merapi merupakan ancaman besar bagi hutan lindung di daerah Taman Nasional Gunung Merapi. Oleh sebab itu, kegiatan identifikasi vegetasi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui komposisi penyusun hutan yang masih tetap bertahan pasca bencana merapi itu terjadi, mulai dari tingkat semai, hingga pohon. Pengambilan data di lakukan dengan membuat petak ukur bersarang berukuran 20x20 meter pada berbagai tingkat ketinggian yang berbeda dengan jumlah petak ukur 16 buah. Kisaran ketinggian antara 900 – 1.200 m dpl. Analisis data menggunakan metode indeks nilai penting untuk mengetahui komposisi tegakan. Komposi jenis penyusun hutan sekitar Goa Jepang ditemukan 31 jenis tumbuhan, dengan tingkat hidup yang bervariasi. Jenis tumbuhan yang mendominasi pada semua tingkat hidup adalah Altingia excelsa dan Schima wallichii. Jenis Altingia excelsa mempunyai indeks nilai penting paling tinggi dari semua tingkatan hidup pohon. Tanaman pada tingkat pohon untuk Altingia excelsa yaitu 105,1%, pada tingkatan tiang sebesar 119,27%, pada tingkatan sapihan sebesar 52.711% dan pada tingkatan semai mempunyai indeks nilai penting sebesar 45.531%.

-

Kata Kunci : Merapi, Komposisi, Vegetasi, Indeks NilaiPenting.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.