`DISTRIBUSI DAN KERAPATAN POPULASI ALAM Acacia decurrens PADA LAHAN PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI (Studi kasus di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogykarta)
PASKAH MARGARETHA ANTHOINETTE, Drs. Wiyono, M.Si
2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANGunung merapi adalah salah satu gunung teraktif didunia, pada bulan Oktober tahun 2010, gunung merapi mengalami letusan yang menelan banyak korban, kerugian dan kerusakan lahan pertanian maupun kehutanan. Berdasarkan pengamatan pasca letusan, zona hutan gunung bawah mengalami kerusakan parah sampai ± 90% areanya rusak. Pasca erupsi tahun 2010 tanaman Acacia decurrens dapat tumbuh dengan mudah dilahan bekas erupsi dan pertumbuhannya tampak subur. Hal ini yang membuat diadakan penelitian untuk mengetahui distribusi dan kerapatan populasi spesies tersebut. Pengambilan data menggunakan metode teknik sampling dengan membuat petak ukur yang berukuran 20 x 20 meter, metode pengukuran menggunakan petak ukur ini dikarenakan lokasi yang dilakukan inventarisari ialah termasuk hutan alam bukan hutan tanaman walaupun hamper semua rata didesa Kepuharjo spesies yang tumbuh adalah tanaman Acacia decurrens, dengan membuat 3 lokasi pengambilan data dengan elevasi tempat yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pola sebaran tanaman Acacia decurrens tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola distribusi sebaran populasi Acacia decurrens pada tingkat semai, sapihan dan tiang ialah pola sebaran mengelompok dengan memiliki kerapatan yang sangat besar, dan sebaran spesies ini sangat tergantung pada elevasi tempat tumbuh, ini terlihat dari data yang didapat bahwa semakin tinggi tempat tumbuh tanaman Acacia decurrens ini maka semakin banyak tanaman ini mendominasi suatu luasan, dan jika semakin rendah elevasi tempat maka semakin sedikit jumlah tanaman Acacia decurrens yang tumbuh, ini juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tempat tumbuhnya spesies tersebut.
-
Kata Kunci : Acacia Decurrens, Distribusi, Erupsi Merapi