KONSEP SAUJANA KOTA MAGELANG
WAHYU UTAMI, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil, Ph.D
2013 | Disertasi | S3 Teknik ArsitekturPenelitian ini mengkaji interaksi manusia terhadap alam yang diekspresikan dalam pengembangan Kota Magelang. Tujuan utama menggali konsep saujana Kota Magelang, yang mengacu pada perkembangan bentuk fisik Kota Magelang. Penelitian ini dilakukan untuk membangun teori lokal terkait konsep saujana. Eksplorasi dilakukan setiap periode waktu dengan melihat data empirik dan data tekstual. Konsep saujana Kota Magelang dirumuskan setelah dilakukan eksplorasi yang terkait dengan (1) sejarah dan perkembangan ruang fisik bentuk kota Magelang; (2) inspirasi alam yang mendasari perkembangan kota dan (3) konsep saujana yang berkembang dengan mengacu pada tahap pertama dan kedua. Untuk merumuskan konsep saujana, diajukan beberapa pertanyaan penelitian yaitu (1) inspirasi alam seperti apakah yang mendasari pembentukan dan perkembangan kota Magelang?; (2) bagaimana alam memberi inspirasi pembentukan dan perkembangan Kota Magelang?; (3) seperti apakah konsep saujana yang bisa dikaji dalam perkembangan kota Magelang?; (4) seperti apakah wujud saujana Kota Magelang dengan keunggulannya? dan (5) bagaimana karakteristik saujana Kota Magelang mengalami perubahan dan kesinambungan?. Setelah dilakukan eksplorasi, terdapat 4 konsep saujana yang bisa dikaji sejak periode Kerajaan Mataram Kuno sampai tahun 2010, yang berkesinambungan dengan segala perubahan yang menyertainya (continuity with change), yaitu (1) kesucian; (2) kesuburan; (3) keindahan dan (4) kestrategisan. Konsep tersebut menjadi intangible heritage yang diekspresikan atau menjadi inspirasi pada saat mengembangkan kawasan dan bangunan sebagai tangible heritage di Kota Magelang. Kawasan dan bangunan yang terbentuk di Kota Magelang menunjukkan adanya interaksi masyarakat terhadap alamnya, lembah yang dikelilingi tujuh gunung, dengan budaya yang berkembang di setiap periode waktu sehingga menjadi keunikan dan karakter kota untuk dijadikan pertimbangan sebagai pusaka saujana.
This research explores the interaction between human and nature over space and time in Magelang city. The purpose of this research is to explore the cultural landscape concepts on form and setting of the city. To achieve the local theory, this research was explored the empiric and textual data. Cultural landscape is formulated by exploration based on (1) history and space development of Magelang city; (2) natural inspiration and (3) cultural landscape concept which is based on item 1 and 2. To get it, this research was done by two step to get the empiric that connected with the past time period by historical approach. Historical approach was done by to see the space since old Mataram Kingdom until now, which based on document and artifact and see the phenomenon to support the document and artifact. To achieve the main purpose of this research, there are some questions (1) which natural inspiration can be considered as the base of formulating and developing the city of Magelang?; (2) how could the nature inspire the formulation and development of Magelang city?; (3) which cultural landscape concepts can be explored in the development of Magelang city?; (4) what is the manifestation of the cultural landscape concepts with its universal value in Magelang city? and (5) how can the characteristics of the cultural landscape concept of Magelang city change and continue? There are 4 cultural landscape concepts that can be explored since old Mataram Kingdom until this recent 2010, which based on continuity with change (1) sacred; (2) fertile; (3) beautiful scenery and (4) strategic. These concepts are intangible heritage which expressed or inspired on the developing city as tangible heritage in Magelang city. Regions and buildings express the interaction between human and nature, valley which is surrounding by seven mountains. The condition is a unique that can be considered as cultural landscape heritage for the city.
Kata Kunci : saujana, kota, alam, gunung