Laporkan Masalah

INVESTIGASI KESESUAIAN ANTARA ANTARASTANDARISASI STANDARISASI PENILAIAN PERBANKAN BI (MODEL CAMEL) DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN KEBANGKRUTANBANK BANK (MODEL Z-SCORE ALTMAN)

ROLY DWI HESTININGRUM, Drs. Sumiyana, M.Si.

2013 | Skripsi | EKSTENSI AKUNTANSI

Di Indonesia penilaian tingkat kesehatan bank lazimnya diukur dengan menggunakan rasio keuangan model CAMEL. Indikator kebangkrutan dapat dilihat melalui informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan, dan prediksi mengenai potensi kebangkrutan yang mungkin dialami perusahaan dapat menggunakan model Z-Score Altman. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada keterkaitan antara standarisasi penilaian pebankan BI dengan menggunakan rasio keuangan model CAMEL dengan prediksi kebangkrutan bank dengan menggunakan metode Altman. Penelitian ini Untuk mendapatkan bukti empiris ada tidaknya keterkaitan antara sistem penilaian perbankan menurut BI dengan menggunakan analisa rasio keuangan model Camel dengan prediksi kebangkrutan bank dengan menggunakan analisa model Altman Z-Score. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005-2009. Dua variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah Standarisasi Penilaian Perbankan BI (Modal, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, LDR) dan Prediksi Kebangkrutan Bank di Indonesia (Z-score Altman). Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi yang diambil dari laporan keuangan perbankan dan buku-buku yang menunjang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan model CAMEL dan Z-score Altman, dan analisis statistik Pearson Product Moment dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cut-off Z-score Altman mengalami peningkatan dari terdapatnya bank-bank yg berstatus bangkrut di tahun 2005, kemudian tidak ada lagi yang berstatus bangkrut di tahun 2006-2009 hingga hanya 1 bank saja yang berstatus rawan bangkrut di tahun 2009. Hubungan Modal, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, dan LDR secara simultan dengan Z-score Altman adalah positif (R = 0,863) dan signifikan (0,000). F-hitung sebesar 26,020 dengan probabilitas tingkat kesalahan sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi yang diharapkan (0,05). Hal ini berarti bahwa Modal, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, dan LDR, secara simultan berhubungan signifikan dengan Z-score Altman. Dengan demikian terdapat hubungan antara Standarisasi Penilaian Perbankan BI dengan Prediksi Kebangkrutan Bank di Indonesia, dimana Modal, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, dan LDR mampu menjelaskan perubahan Z-score Altman sebesar 71,6%, sedangkan sisanya (28,4%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain.

In Indonesia, a bank rating is typically measured using CAMEL financial ratio model. Indicators of bankruptcy can be seen through the financial information contained in financial statements, and predictions of the potential bankruptcy that may be experienced by the company to use the Altman Z-Score model. The problems examined in this research is whether there are correlations between banking standardization assessment using financial ratios of CAMEL model to predict banking bankruptcy using the method of Altman method. This research is to obtain empirical evidence of the existence of correlations between the banking systems according to the assessment using financial ratio analysis of CAMEL model with bank bankruptcy prediction models by using analysis of Altman Z-Score. The samples in this research are 20 banking companies listed in Indonesia Stock Exchange in the year 2005-2009. Two variables are examined in this research, namely the standardization of banking assessment (Capital, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, and LDR) and Indonesian banking bankruptcy prediction (Altman Z-score). Data collection tool in this research is the method of documentation which is drawn from the banking financial reports and some books that support. Analysis of the data used in this research is the analysis of financial ratios models of CAMEL and Altman Z-score, and statistical analysis of Pearson Product Moment and Multiple Linear Regression. The research results showed that the value of cut-off Altman Z-score increased from the presence status of the banks which went bankrupt in 2005, then there is no longer with the status of bankruptcy in 2006-2009 to only 1 bank that went bankrupt status in 2009. The correlation between Capital, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, and LDR simultaneously with Altman Z-score is positive (R = 0.863) and significant (0.000). The counted F is 26.020 with a signification of 0.000 smaller than the expected level of significance (0.05). This means that the capital, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, and LDR, simultaneously correlated significantly with Altman Z-score. Thus there is a correlation between Standardization Assessment Banking and Bankruptcy Prediction Bank in Indonesia, where the Capital, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, and LDR is able to explain the changes of Altman Z-score 71.6%, while the rest (28.4%) is explained by other factors.

Kata Kunci : CAMEL, Altman Z-Score, Modal, CAR, CAP, CAD, NPM, TBP, ROA, BOPO, LQ, LDR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.