ESTIMASI NILAI HERITABILITAS CALVING INTERVAL, SERVICE PER CONCEPTION DAN POST PARTUM MATING SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH BALAI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI PERAH DAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK CIKOLE LEMBANG JAWA BARAT
MIFTAHATUL KHOIRIYAH, Prof.Dr.Ir.Sumadi, MS.
2013 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas calving interval, service per conception, dan post partum mating sapi FH di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang. Materi penelitian yang digunakan untuk calving interval adalah 60 data dengan 10 pejantan untuk metode korelasi saudara tiri sebapak dan 18 data untuk metode regresi anak-induk, service per conception adalah 196 data dengan 10 pejantan untuk metode korelasi saudara tiri sebapak dan 60 data untuk metode regresi anak-induk. Post partum mating adalah 242 data dengan 21 pejantan untuk metode korelasi saudara tiri sebapak dan 121 data untuk metode regresi anak-induk mulai tahun 2007 sampai tahun 2012. Estimasi nilai heritabilitas calving interval menggunakan korelasi saudara tiri sebapak (paternal halfsib correlation) adalah 0,60±0,54 menggunakan metode regresi anak-tetua (parent-offspring regression) adalah 0,28±0,52, nilai heritabilitas service per conception menggunakan korelasi saudara tiri sebapak dan metode regresi anak-tetua berturut turut adalah 0,13±0,06 dan 0,26±0,17. Nilai heritabilitas post partum mating menggunakan korelasi saudara tiri sebapak dan metode regresi anak-tetua berturut turut adalah 0,49±0,24 dan 0,24±0,12. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai heritabilitas calving interval, service per conception dan post partum mating di UPTD BPT-SP dan HMT Cikole, Lembang tinggi dan positif.
The aim of the research was to estimate the heritability of calving interval, service per conception and post partum mating of Friesian Holstein at UPTD BPT-SP and HMT Cikole Lembang, West Java. The data used were calving interval, service per conception and post partum mating from 2007 to 2012. They were collected for analysis the heritability estimation. The data were discriptively analysed for average value and devition standard. The heritability was estimated by paternal halfsib correlation method and parent-offspring regression method. The results showed that the average of calving interval was 422,85±58,49 days, service per conception 1,61±0,74 times and post partum mating 222,54±122,61 days. The estimation of heritability for calving interval, service per conception and post partum mating using paternal half sib correlation method were 0,60±0,54; 0,13±0,06; 0,49±0,24 respectively. The estimation of heritability for calving interval, service per conception and post partum mating using parent-offspring regression method were 0,28±0,52; 0,26±0,17 and 0,24±0,12 respectively. It could be concluded that generally the estimation heritabilty was high and positive.
Kata Kunci : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas calving interval, service per conception, dan post partum mating sapi FH di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang. Materi