PEMETAAN KAWASAN PERTANIAN DI KECAMATAN NGRAMBE, NGAWI YANG BERPOTENSI UNTUK MEMPEROLEH SERTIFIKASI PRIMA-3 DITINJAU DARI ASPEK FISIK LAHAN
NUGROHO DWI NURCAHYO, Ir. Anjal Anie Asmara, M.Si.
2013 | Skripsi | ILMU TANAHPenelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bertujuan untuk menyusun peta kawasan pertanian di Kecamatan Ngrambe yang berpotensi mendapat Sertifikasi Prima-3 ditinjau dari aspek tata ruang dan fisik lahan serta mengetahui faktor-faktor pembatas kawasan pertanian di Kecamatan Ngrambe yang tidak berpotensi mendapat Sertifikasi Prima ditinjau dari aspek tata ruang dan fisik lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai bulan Juni 2013. Untuk verifikasi lapangan didasarkan pada satuan peta lahan (SPL) yang diperoleh dengan cara overlay peta lereng dan peta penggunaan lahan menggunakan perangkat lunak Arc GIS 9.3. Setiap SPL terpilih dicocokkan dengan persyaratan Sertifikasi Prima-3 khususnya kriteria lahan dan tata ruang. Sertifikasi Prima-3 mencakup produk sayursayuran dan buah-buahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang berpotensi mendapat Sertifikasi Prima-3 adalah sebesar 2779,59 Ha, daerah yang tidak berpotensi mendapat Sertifikasi Prima-3 adalah sebesar 31,93 Ha dan sisanya merupakan kawasan non kajian dengan luas 3957,59 Ha yang masing-masing adalah 41,06%, 0,47% dan 58,47% dari luas total Kecamatan Ngrambe. Faktor pembatas yang sangat berpengaruh pada lahan untuk Sertifikasi Prima-3 adalah pelanggaran terhadap arahan tata ruang dan kelas lereng yang tidak sesuai dengan arahan peruntukan.
This field research aims to draw up the Ngrambe agricultural maps that potentially to receive Prima-3 Certification based on physical land properties and spatial rule aspects. and to determine the limiting factors for those areas that is not potential to get Prima-3 Certification. This study was conducted during April to June 2013. For field verification of this research, the land mapping units were used. The land mapping unit were obtained by overlaying slope maps, and landuse map using the Arc GIS 9.3 software. Each selected LMU which matched to Prima-3 Certification requirements especially on land and spatial criterias. Prima-3 Certification includes the products of vegetables and fruits. The areas that could potentially receive Prima-3 Certification are 2779,59 hectares or 41,06%; not potentially get Prima-3 Certification are 31,93 hectares or 0,47% and the non study areas are 3957,59 hectares or 58,47% from the total area of Ngrambe sub district of Ngawi. The most limiting factors for Prima-3 Certification are the violation of the spatial direction and slope class which is not in accordance to the direction of the designation.
Kata Kunci : verifikasi, kelas lereng, tata ruang wilayah, sertifikasi prima-3