Laporkan Masalah

PERBEDAAN KEBOCORAN TEPI RESIN KOMPOSIT SILORANE DAN RESIN KOMPOSIT METAKRILAT PADA RESTORASI KAVITAS KELAS I

AINU ZUHAD SUKATON, drg. Diatri Nari Ratih, M.S., Sp.KG. PhD.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Masalah utama bahan tumpatan resin komposit metakrilat adalah pengerutan polimerisasi. Hal ini menyebabkan pembentukan celah yang dapat memungkinkan penetrasi bakteri atau cairan masuk ke tubulus dentinalis atau disebut juga kebocoran tepi.Oleh karena itu, fokus dari pengembangan teknologi resin komposit untuk tumpatan posterior pada saat ini adalah penemuan “shrinkfree” resin komposit.Yang terbaru adalah resin komposit silorane, yang memiliki pengerutan yang lebih rendah dari resin komposit biasa dan mempunyai biokompatibilitas yang baik, serta kekuatannya hampir sama bila dibandingkan dengan resin komposit metakrilat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebocoran tepi antara resin komposit silorane dan resin komposit metakrilat pada kavitas kelas I. Subyek penelitian menggunakan gigi premolar yang dilakukan preparasi kavitas kelas I. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari10 gigi yang ditumpat dengan resin komposit silorane dan 10 gigi yang ditumpat dengan resin komposit metakrilat, masing-masing menggunakan restorasi kavitas kelas I. Dilakukan thermocycling pada kedua kelompok dengan menggunakan waterbath dengan suhu 4 0C dan suhu 60 0C, kemudian disentrifus dengan putaran 3000 rpm dalam larutan metilen biru. Setelah itu subjek direndam dalam saliva buatan selama 24 jam, lalu dibelah dalam arah mesial distal menggunakan separating disc dan dilakukan perhitungan secara skoring kebocoran tepinya dengan pengamatanmenggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 25 kali. Rerata ranking kebocoran tepi pada kelompok 1 sebesar 6,85dan kelompok 2 sebesar 14,15. Analisis dengan uji U Mann-Whitney terdapat perbedaan kebocoran tepi yang signifikan antara silorane dan metakrilat (p < 0,05). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah terdapat perbedaan kebocoran tepi antara resin komposit silorane dan resin komposit metakrilat. Resin komposit silorane memiliki tingkat kebocoran tepi yang lebih rendah dibandingkan resin komposit metakrilat.

The drawback of methacrylate composite resin is polymerization shrinkage result in a gap development that might cause bacterial or liquid infiltration to dentinal tubules, namely microleakage. Recently, the composite resin development has been focusing on shrink-free composite resin. The latest invention issilorane composite resin that has lower shrinkage and good biocompatibility as well as high strength when compared to that methacrylate composite resin. The purpose of this study was to investigate the microleakage difference between silorane composite resin and methacylate composite resin in class I cavity restoration. Subjects were divided randomly into two groups of 10 each. Class 1 cavity preparation was made in each subject. Group 1, was restored usingsilorane composite resin and group 2, was restored using methacrylate composite resin. Thermocycling using a waterbath with 40C and 600C temperature was carried out on both groups, followed by centrifuging in methylen blue solution with 3000 rpm rotation. Subjects were immersed in artificial saliva for 24 hours, then subjects werecut into two in mesial-distal direction with separating disc and calculated using scoring under stereo microscope with 25 magnification. The results showed that the mean rank in both groups were 6,85 and 14,15 respectively. Analysis using U Mann-Whitney test demonstrated that a significant different in microleakage occurred between group 1 and 2 (p<0,05). It can be concluded that the differences in microleakage occurred between class 1 cavity restoration using silorane and methacrylate composite resins. Silorane composite resin had a lower microleakage than methacrylate composite resin.

Kata Kunci : Resin komposit silorane, resin komposit metakrilat,kebocoran tepi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.