Laporkan Masalah

PENGARUH VOLUME PENYIRAMAN AIR TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM, ZAT BESI, DAN ASAM OKSALAT PADA DAUN BAYAM PETIK (Amaranthus hybridus L.)

REVA RINDI ANTIKA, Dra. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D.

2013 | Skripsi | BIOLOGI

Bayam petik merupakan salah satu sayuran yang digemari masyarakat karena kandungan gizi dan mudah dibudidayakan. Di beberapa wilayah Gunung Kidul, pada musim kemarau, banyak lahan yang tidak dimanfaatkan karena kekeringan. Program pengairan sudah banyak dilakukan, namun masih ada keterbatasan, sehingga kebutuhan volume air untuk keperluan budidaya tanaman, khusunya bayam, perlu diperhitungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume penyiraman air terhadap kandungan gizi bayam petik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yaitu penyiraman yang dilakukan 4 hari sekali dengan volume air 20 % (0,25 L), 40 % (0,5 L), 60 % (0, 75 L), 80 % (1 L) dan 100 % (1,25 L) dari kapasitas lapang. Masing-masing perlakuan dengan ulangan sebanyak 5 kali. Penyiraman diberikan pada bibit bayam yang telah disemai dan telah berumur 3 minggu, serta ditanam dalam polybag yang berisi campuran tanah kapur dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1 sebanyak 7,5 kg. Tanaman dibiarkan tumbuh sampai berumur 45 hari (masa panen). Setelah dipanen, sampel berupa daun dan tangkai bayam diuji kandungan mineral yang berupa kalsium (Ca) dan zat besi (Fe) yang dipreparasi dengan metode asam pekat dan diukur dengan metode spektrofotometri serapan atom. Selain itu, juga diukur kandungan asam oksalat, sebagai zat antigizi, yang diukur secara titrasi. Data yang diperoleh selanjutnya diuji secara statistik dengan ANOVA dan DMRT untuk mengetahui letak beda nyata antar sampel. Dari parameter-perameter tersebut didapatkan nilai tertinggi dan terendah berdasarkan uji statistik (p<0,05). Hasil yang di dapatkan pada pengujian kandungan kalsium(mg/100 g) dengan volume 100 % dan 25 % yakni 444,18 dan 209,73. Untuk kandungan zat besi (mg/100 g) penyiraman dengan volume 20 % dan 100 % yakni 4,59 dan 1,59. Untuk kandungan asam oksalat dengan volume 20 % dan 100 % yakni 0,77 %, dan 0,38 %. Untuk. kadar air dengan volume 100 % dan 20 % yakni 85, 84 %, dan 83, 74 %. Dengan demikian, penyiraman air dengan volume 60 % memberikan hasil yang lebih efisien, terutama untuk tanah kapur di daerah kering.

Spinach is one type of vegetable that popular in community due to the nutrients and easily cultivated. In some areas of Gunung Kidul, in the dry season, a lot of land not utilized because of the drought. Irrigation program has been done, but there are still limited, so the volume needs water for crop cultivation, especially spinach, need to be taken into account. This study aimed to determine the effect of the volume of irrigation water nutrient content of spinach quotes. This study uses a completely randomized design with five treatments that watering is done once in 4 days with volume 20 % (0.25 L), 40 % (0.5 L), 60 % (0.75 L), 80 % (1 L) and 100 % (1.25 L) of field capacity. Each treatment was repeated 5 times. Spinach seeds have been sown in 3 weeks, and planted in polybags containing a mixture of ground limestone and dung as fertilizer with a ratio of 1:1 weight 7.5 kg. Plants were allowed to grow until the age of 45 days (of the harvest). After harvesting, samples of leaves and stalks of spinach tested mineral content of calcium (Ca) and iron (Fe) were prepared by the desdructive acid and measured by atomic absorption spectrophotometry method. In addition, the spinach was also measured oxalic acid content, as antinutrient substances measured by titration. The data were then statistically tested by ANOVA and DMRT to show significant difference between samples. From this get a result base on statistic (p<0.05) respectively. The results shown for calcium content (mg/100 g) with volume of 100 % and 20 % is 444.18 and 209.73. For iron content (mg/100 g) with volume 20 % and 100 % is 4.59 and 1.59. For oxalic acid content with volume 20 % and 100 % is 0.77% and 0.38%. For water content is with volume 100 % and 20 % is 85, 84% and 83.74%. Thus, irrigation by 60 % volume of water provide a more efficient, especially for ground limestone in dry areas.

Kata Kunci : penyiraman air, bayam, kandungan gizi, budidaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.