Laporkan Masalah

ANALISIS USAHATANI DAN NILAI TAMBAH TANAMAN PANGAN DI SUB DAS KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI

VERA IRIANA SIALLAGAN, Dr. Ir. Suhatmini Hardyastuti, M.S.

2013 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Kebijakan desentralisasi melalui otonomi daerah yang ditetapkan pemerintah mengharuskan setiap daerah untuk dapat memenuhi kebutuhan daerahnya secara mandiri.Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kelayakan usahatani tanaman pangan secara finansial, (2) mengetahui kelayakan agroindustri tanaman pangan secara finansial, dan (3) mengidentifikasi nilai tambah produk agroindustri tanaman pangan.Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif.Populasi yang diambil adalah petani di Sub DAS Keduang.Responden petani yang diwawancarai adalah 120 petani yang dipilih secara acak sederhana. Responden agroindustri merupakan responden agroindustri berbahan baku komoditas padi, jagung, ketela pohon, dan kedelai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan dan analisis nilai tambah.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa keadaan usahatani padi, jagung, dan ketela pohon secara umum layak untuk dikembangkan, sedangkan usahatani kedelai tidak layak dikembangkan.Dilihat dari kelayakan finansial, secara umum pengolahan tanaman pangan juga layak untuk dikembangkan karena nilai yang dihasilkan berada di atas standard setiap kriteria kelayakan dan pengolahan tanaman pangan juga memberikan nilai tambah.

Decentralization policy through established regional autonomy requires each local government to be able to meet the needs of the region independently. The purpose of this study is (1) determine the feasibility of crop farming financially, (2) determine the feasibility of agro-food crops financially, and (3) identify value-added agro-products offood crops.The method used is descriptive analysis method. Population taken is farmers in Sub-watershed Keduang. Respondents interviewed farmers are 120 farmers selected simple random sampling. Respondent is a respondent agro commodities agro raw material rice, maize, cassava, and soybeans. The analytical method used was analysis of the feasibility and valueadded analysis. From the results of the study found that the farming rice, maize, and cassava is generally feasible to be developed, while soybean farming is not feasible. Seen from financial feasibility, general processing of food crops is also feasible to be developed because the result is higher than the standart of each feasibility criteria and provide added value too.

Kata Kunci : tanaman pangan, kelayakan, nilai tambah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.