Laporkan Masalah

DAMPAK DEGRADASI LAHAN DAN KEMISKINAN RUMAH TANGGA TANI TERHADAP UPAYA KONSERVASI LAHAN DI SUB DAS KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI

MAULIDA KUSUMANINGSARI, Dr. Ir. Suhatmini Hardyastuti, M.S.

2013 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiskinan di lahan terdegradasi dan lahan tidak terdegradasi, mengetahui faktor-faktor yang dapat digunakan memprediksikan terjadinya rumah tangga miskin, mengetahui upaya konservasi lahan yang dilakukan oleh petani di lahan terdegradasi dan lahan tidak terdegradasi, serta melihat dampak degradasi lahan dan kemiskinan terhadap upaya konservasi lahan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di Sub DAS Keduang Kabupaten Wonogiri. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive yaitu 6 desa yang masing-masing menggambarkan lahan terdegradasi dan tidak terdegradasi di wilayah hulu, tengah dan hilir. Jumlah responden 120 dipilih secara acak, 20 responden di masing-masing desa. Untuk melihat tingkat kemiskinannya digunakan kriteria kemiskinan Sayogoyo, BPS Wonogiri, World Bank, ADB dan FAO. Sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan digunakan binary logistic regression. Upaya konservasi lahan diukur dengan menggunakan Indeks Kegiatan Konservasi (IKK) kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan regresi linear berganda untuk melihat dampak degradasi lahan dan kemiskinan terhadap upaya konservasi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pendapatan usahatani di wilayah lahan terdegradasi lebih rendah daripada rerata pendapatan usahatani di wilayah lahan tidak terdegradasi. Rumah tangga tani di wilayah lahan terdegradasi lebih miskin daripada rumah tangga tani di wilayah lahan tidak terdegradasi. Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya kemiskinan adalah luas lahan garapan, beban ketergantungan dalam keluarga, aset ternak, aset perhiasan dan kepemilikan pinjaman. Upaya konservasi yang dilakukan oleh petani di Sub DAS Keduang termasuk dalam kategori tinggi. Kemiskinan dan degradasi lahan tidak mempengaruhi upaya konservasi lahan.

This research was aimed to identify poverty level in degraded and not degraded land area, to analyze factors influencing poverty, to examine land conservation effort of farmers, and to analyze the impact of land degradation and poverty on land conservation efforts. The data was drawn from a sample of 120 farmers in 6 villages in upstream, middle and downstream area and each area divided into degraded and not degraded land at Keduang Sub Watershed on May-June 2013. The poverty criteria of Sayogyo, BPS Wonogiri, World Bank, ADB and FAO are used to identify the poverty level. The binary logistic regression is employed to analyze the factors influencing poverty. The land conservation effort is measured by conservation activity index (IKK) and analyzed using t-test and ordinary least square method. The result showed that average on farm income in degraded land area is lower than not degraded land area, poverty level in degraded land area also higher than not degraded land area. The factors influencing poverty level are acreage, household burden dependency ratio, livestock asset, jewelry asset and loan ownership. The land conservation effort of farmers in Keduang Sub Watershed are high, and poverty and land degradation do not have any impact on land conservation effort.

Kata Kunci : kemiskinan, degradasi lahan, upaya konservasi lahan, indeks kegiatan konservasi, Sub DAS Keduang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.