KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK MORTAR SEBAGAI BAHAN GRAUT DENGAN FAS OPTIMUM PADA AGREGAT HALUS GRADASI KASAR
ADITYA PERMANA S, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D.
2013 | Skripsi | TEKNIK SIPILGraut merupakan campuran air, semen, agregat halus, dan bahan tambah lainnya atau bahan kimia lain yang dapat mengeras, sebagai bahan pengisi maka graut harus memenuhi persyaratan lulus uji kelecakan. Sehingga dapat mengalir dan mengisi rongga-rongga yang ditentukan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi graut yang optimum dengan menggunakan bahan yang tersedia dan nantinya graut yang dihasilakan memiliki kuat tekan dan kuat tarik yang diinginkan serta memenuhi syarat kelecakan. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah membuat pasir dengan gradasi kasar. Kemudian, menentukan komposisi campuran mortar graut yang memenuhi persyaratan waktu alir sesuai ASTM 939 dan SNI 03-6808-2002 (mendekati 35 detik) menggunakan metode corong alir untuk menentukan faktor air semen yang optimum. Menggunakan campuran mortar graut yang memenuhi persyaratan dibuat beton yang kemudian diuji kuat tekan dan kuat tarik dari beton tersebut. Hasil pengujian waktu alir, kuat tekan, dan kuat tarik dijadikan acuan untuk menentukan campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu alir paling optimum (mendekati 35 detik) dicapai pada perbandingan volume 1 semen : 1 pasir (GMK 1:1) dengan nilai f.a.s 0,55 dengan lama waktu alir sebesar 24,07 detik. Nilai kuat tekan pada umur 7 hari dan 28 hari tertinggi adalah perbandingan volume 1 semen : 0,5 pasir (GMK 1:0,5); yaitu 33,443 MPa dan 43,541 MPa Nilai kuat tarik paling tinggi pada umur 28 hari adalah GMH 1:0,5 sebesar 3,88 MPa.
Grout is a mixture of water, cement, fine aggregate, and other admixture or other chemicals that can be solidified, as filler material,grout must meet the requirements for workability test. So it can flow and fill the intended void. For that purpose we need to do further research on the composition of the optimum grout using available materials and later produced grout that has desireable compressive strength and tensile strength as well pass the workability test. The first step in this research is to make sand with coarse gradation. Then determine the composition of the grout that pass the flow time requirement according to ASTM 939 and SNI 03-6808-2002 (approximately about 35 seconds) using a flow cone method to determine the optimum water cement factor. Using a grout that meets the requirement, concrete was made then tested it’s tensile strength and compressive strength. Result of flow time test, compressive strength test, and tensile strength test become a reference to determine the composition of grout to be used in construction. The results showed that the optimum flow time (approximately about 35 seconds) is achieved in the volume ratio of 1 cement : 1 sand with water cement factor 0.55 and flow time of 24.07 seconds . The highest compressive strength at 7 days and 28 days achieved by grout with volume ratio of 1 cement : 0.5 sand, 33.443 MPa and 43.541 MPa,so is the highest tensile strength at 28 days achieved by grout with volume ratio of 1 cement : 0.5 sand at 3.88 MPa.
Kata Kunci : mortar, graut, waktu alir, kuat tekan, kuat tarik