PENGARUH CROSSBREEDING TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA YANG DIKOLEKSI DARI KAUDA EPIDIDIMIS SAPI SECARA IN VITRO
RABIYATUL ADAWIYAH, drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D.
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh crossbreeding terhadap kualitas spermatozoa yang dikoleksi dari kauda epididimis secara in vitro. Crossbreeding merupakan metode persilangan yang digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak dengan memaksimalkan efek heterosis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam testis sapi Peranakan Ongole (PO), enam testis sapi Limousin Peranakan Ongole (Limpo) dan sepuluh testis sapi Simmental Peranakan Ongole (Simpo). Setelah testis dikoleksi kemudian dicuci menggunakan larutan NaCl fisiologis. Setelah sampai di laboratorium, kauda epididimis dipisahkan dari testis kemudian dicacah dengan menggunakan scalpel blade sampai lembut di dalam cawan petri yang berisi Phospate Buffer Saline (PBS). Setelah spermatozoa terlepas dari kauda epididimis dilakukan pemeriksaan motilitas spermatozoa dan penghitungan presentase hidup – mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) antara kualitas spermatozoa yang dikoleksi. Motilitas dan presentase hidup sperma sapi PO lebih baik jika dibandingkan dengan kualitas spermatozoa sapi Limpo dan Simpo.
This research was aimed to determined of crossbreeding on the quality of spermatozoa collected from bull cauda epididymis by in vitro method. Crossbreeding as a method has been used for increase livestock productivity by maximilize heterosis’s effect. Six testis from Peranakan Ongole (PO), six testis from Limousin Peranakan Ongole (Limpo) and ten testis from Simmental Peranakan Ongole (Simpo) have been used as the object for this research. Testis were collected and washed using NaCl Fisiologis. In Laboratory, cauda epididymis were separated from testis and then crushed using scalpel blade in cawan petri consist of Phospat Buffer Saline (PBS). After spermatozoa released from cauda epydidimis, motility and live-dead presentation of spermatozaoa was observed. The result show that the quality of spermatozoa give a significantly difference (P<0,05). The motility and live-dead presentation of sperm in Peranakan Ongole has higher than in Limpo and Simpo.
Kata Kunci : crossbreeding, spermatozoa, PO, kauda epididimis, in vitro