Laporkan Masalah

PABRIK DISIANO BUTENA DARI DIKLORO BUTENA DAN NATRIUM SIANIDA KAPASITAS 100.000 TON / TAHUN

NANDA DIANTO A, Ir. Suprihastuti Sri Rahayu, M.Sc

2013 | Skripsi | TEKNIK KIMIA

Cairan 1,4 Disiano-2-butena dibuat dengan cara mereaksikan 1,4 Dikloro-2- butena dan Natrium Sianida dengan bantuan katalisator Natrium Kuprosianida di dalam reaktor alir tangki berpengaduk yang dilengkapi koil pendingin. Reaksi pada suhu 80 °C, isothermal, dan tekanan 4,4 atm. Panas yang timbul dari reaksi diambil oleh air pendingin yang dialirkan di dalam koil. Konversi akhir diklorobutena di dalam reaktor mencapai 90%. Untuk membuat disianobutena (99,8%) sebanyak 100.000 ton/tahun, dibutuhkan bahan baku larutan diklorobutena (99,75%) sebanyak 115.263 ton/tahun, larutan NaCN (30%) sebanyak 68.496 ton/tahun, larutan NaCu(CN)2 yang diperlukan sebanyak 15.304 ton/tahun, dan larutan HCN (9%) sebanyak 2.320 ton/tahun. Kebutuhan utilitas meliputi air sebanyak 303.278 ton/tahun, bahan bakar minyak residu nomor 6 (minyak solar untuk industri) sebanyak 6107 m3/tahun dan listrik dengan daya 786,52 kVA. Pabrik direncanakan berdiri di Cilacap, Jawa Tengah dekat dengan pelabuhan. Luas tanah yang diperlukan 100.000 m2. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/hari selama 330 hari/tahun dengan tenaga kerja sebanyak 122 orang. Waktu untuk turn around setiap tahun dibutuhkan selama 35 hari termasuk start-up dan shut-down. Modal tetap yang diperlukan Rp. 201.645.030.649,46 + 53.463.717,03 $ dengan 1 $ sebesar Rp. 9.595,00. Modal kerja yang diperlukan Rp. 1.224.261.853.437,29 per tahun. Keuntungan sebelum pajak Rp. 232.809.144.469,32 per tahun dan keuntungan setelah dipotong pajak Rp. 116.404.572.234,66 per tahun, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2,27 tahun, Pay Out Time (POT) setelah pajak 3,07 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 52,43%, Shut Down Point (SDP) sebesar 33,60%. Maka dari beberapa analisa di atas, dari segi ekonomi pabrik ini cukup menarik dan layak untuk dipertimbangkan.

1.4 Dicyano-2-butene solution is prepared by reacting 1.4 Dichloro-2-butene and Sodium Cyanide using Sodium Cuprouscyanide catalyst in a stirred tank reactor equipped with the cooling coil. The reaction is conducted at a temperature of 80 °C, isothermal, and pressure of 4.4 atm. The heat generated from the reaction is absorbed by the cooling water in the cooling coil. The final conversion of dichlorobutene in the reactor reaches 90%. To produce 100.000 tonnes/year dicyanobutene (99.8%), the dichlorobutene (99.75%) needed is 115.263 tonnes/year, 68.496 tonnes/year of NaCN solution (30%), 15.304 tons/year NaCu(CN)2 catalyst solution, and 2.320 tonnes/year HCN solution (9%). The needs for utilities including, water as much as 303.278 tonnes/year,6.107 m3 residual fuel oil number 6 (diesel oil for industrial), and electrical power of 786,52 kVA. The plant is planned to be established at Cilacap, Central Java, Indonesia, near the harbor. The land area of 100.000 m2 is required. The plant operate continuously for 24 hours/day, 330 days/year, with a total labor of 122 people. The time for annual turn around takes 35 days, including start-up and shut-down. Fixed capital required is Rp. 201.645.030.649,46 + 53.463.717,03 $ with the value of 1$ is Rp. 9.595,00. The working capital required is Rp. 1,224,261,853,437.29 per year. The profit before tax is Rp. 232,809,144,469.32 per year and the profit after tax is Rp. 116,404,572,234.66 per year, Pay Out Time (POT) before taxes is 2.27 years, Pay Out Time (POT) after the tax is 3.07 years, Break Even Point (BEP) is 52.43%, and Shut Down Point (SDP) is 33.60%. From the analysis above, this plant is economically quite interesting and worth to be considered further.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.