PENGARUH SUDUT DAN SELANG WAKTU PEMOTONGAN TANGKAI DALAM AIR TERHADAP UMUR PAJANG ANGGREK POTONG Vanda ‘douglas’
AYUTA RATU BALQIS, Prof.Dr.Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St
2013 | Skripsi | AGRONOMIAnggrek termasuk tanaman hias yang sangat prospektif. Budidaya tanaman anggrek merupakan salah satu budidaya tanaman hias yang paling banyak digemari. Hal itu karena permintaan akan anggrek yang relatif stabil dibandingkan tanaman hias lainnya yang cenderung mengikuti trend atau bersifat fluktuatif. Salah satu bentuk pemanfaatan bunga anggrek yang cukup besar adalah pemanfaatan bunganya sebagai bunga potong. Salah satu jenis anggrek yang banyak dijual sebagai bunga potong adalah Vanda douglas. Keunggulan anggrek dari bunga potong lainnya yaitu anggrek potong, termasuk anggrek Vanda douglas memiliki umur pajang yang cenderung lebih lama. Meskipun demikian, upaya untuk mempertahankan bahkan memperpanjang umur pajang bunga tetap diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemotongan tangkai bunga dengan kombinasi sudut pemotongan dan kondisi pemotongan tangkai serta selang waktu pemotongan tangkai bunga terhadap umur pajang anggrek potong Vanda douglas. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dari bulan Juli hingga September 2012. Penelitian tahap pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama dengan 3 aras sudut pemotongan yaitu 0, 30 dan 45. Faktor kedua dengan 2 aras kondisi pemotongan yakni di air dan di udara. Penelitian tahap kedua juga menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor selang waktu pemotongan tangkai dengan 4 aras, yakni setiap hari, 2 hari sekali, 4 hari sekali dan 6 hari sekali. Presentasi bunga mekar, layu, gugur, respirasi, transpirasi dan kenampakan bunga diamati setiap hari. Susut berat, stomata dan kadar air nisbi diamati pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara sudut dan kondisi pemotongan tangkai bunga pada semua parameter pengamatan. Pemotongan tangkai dengan kemiringan 45 menyebabkan umur pajang bunga yang lebih lama dibandingkan dengan sudut lainnya. Pemotongan tangkai bunga di air juga menyebabkan umur pajang yang lebih lama dibandingkan pemotongan di udara. tangkai bunga yang dipotong dengan selang waktu 4 hari sekali menyebabkan umur pajang bunga yang paling lama dibandingkan selang waktu lainnya. Walaupun demikian panjangnya umur pajang pada bunga potong hanya bertambah 1 hari saja sehingga perlu dikaji ulang manfaatnya bagi penjual bunga.
Orchid is one of the highly prospective ornamental plants. Orchid cultivation is one of the most popular ornamental cultivation. That is because the demand for orchids are relatively stable compared to other plants that tend to follow the trend or fluctuating. One form of massive utilization of orchids is the use as a cut flower. One type of orchid that mostly sold as a cut flower is Vanda douglas. Orchid’s -including Vanda douglas- advantage than other cut flowers are the vase life that tend to be longer. Nonetheless, the effort to maintain even extend the vase life of the flower is still needed. This experiment was conducted to determine the effect of cutting the flower stem with a combination of cutting slope and conditions of the stem and cutting frequency of the stem on vase life of cut orchid Vanda douglas. The experiment was conducted at the Laboratory of Horticulture, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University from July to September 2012. The first phase of the study used a completely randomized design with 2 factors. The first factor was cutting slope consisted of 0, 30 and 45. The second factor was cutting conditions consisted of water cut and air cut. The second phase also used completely randomized design with cutting stem frequency consisted of every day, every 2 days, every 4 days and every 6 days. Presentations of flowers bloom, wilt, fall, respiration, transpiration and visual quality rating of the cut flower were observed every day. Flower’s shrinkage, stomata and relative water content were observed at the beginning and end of the experiment. The results showed there was no interaction between the slope and condition of stem cutting on all parameters of the observations. Cutting stem with a slope of 45 caused longer vase life than the other slopes. Cutting the flower stem in the water also caused a longer vase life than cutting through the air. Flower stem that was cut at intervals of 4 days caused the longest vase life than any other time frequency. Nevertheless, the extent of vase life of cut flowers only extend a day, therefore the benefits for a florist should be reexamined.
Kata Kunci : Anggrek potong, sudut pemotongan, kondisi pemotongan, selang waktu pemotongan, umur pajang