Laporkan Masalah

Pemetaan Rantai Pasokan Bawang dan Identifikasi Penyebab Kenaikan Harga Bawang Putih : Studi di Wilayah Yogyakarta

GIGIH GINANJAR SAPUTRO, Boyke R. Purnomo, S.E., M.M.,

2013 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan rantai pasokan bawang putih dan identifikasi penyebab kenaikan harga bawang putih pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2013. Penelitian ini dilakukan pada daerah pertanian dan persebaran bahan baku bawang putih di wilayah Yogyakarta dan untuk mengidentifikasi peran dari petani, distributor, retailer, dan konsumen akhir. Proses identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan studi eksploratif, data diperoleh melalui wawancara mendalam pada responden yang sudah ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakanpurposive sampling. Hasil wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dengan cara pengkodean untuk menghasilkan tema yang menjadi penyebab kenaikan harga bawang putih. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan metode-metode tersebut dihasilkan enam penyebab utama kenaikan harga bawang putih, yaitu kelangkaan yang disebabkan semakin sedikit komoditas petani bawang putih lokal serta kurangnya pasokan dari negara importir, kebijakan impor dari pemerintah dan indikasi adanya penyalahgunaan Surat Persetujuan Impor, cuaca yang ekstrim menyebabkan gagal panen di Indonesia dan negara importir, penyakit dan hama tanaman, adanya penimbunan oleh pihak tertentu, dan isu kenaikan harga BBM. Kemudian enam penyebab utama ini dimasukkan kedalam diagram tulang ikan untuk mengetahui penyebab minor dari masing masing penyebab utama terjadinya kenaikan harga bawang putih di wilayah Yogyakkarta. Dengan dibuatnya suatu model identifikasi ini diharapkan dapat berguna untuk mengevaluasi proses rantai pasokan persebaran bahan baku bawang putih, agar kenaikan harga bawang putih tidak terjadi kembali.

The purpose of the research is to discover garlic supply chain mapping and identify the cause of garlic price hikes between March to June 2013. The research take place in Yogyakarta garlic fields to identify garlic farmers role, distributor, retailer, and final customers. Identification process is achieved with qualitative research and explorative study, data is collected from in-depth interviews with respondents which was determined by Purposive Sampling and Snowball Sampling. Interview results are analyzed with Content Analysis and coding to generate a theme that serves the cause of garlic price rising occured. Based on data analyzing, there are six causes of garlic price hikes, including scarcity which is the effect of low garlic farmer commodity amount and low import supplies, import policies, extreme weather causing crop failure in Indonesia and importing countries, plague, cartel existence, and BBM price issues. These six causes are signed into Fishbone Diagram to identify the minor cause on each major cause of garlic price rising in Yogyakarta. With this identification model, it is served to evaluate the garlic supply chain process, hoping that garlic price rising will not exist in the future.

Kata Kunci : Bawang Putih, Pemetaan Rantai Pasokan, Identifikasi Kenaikan Harga Bawang Putih.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.