Laporkan Masalah

RESISTENSI PEDAGANG PASAR DALAM PROYEK REVITALISASI PASAR KOLOMBO

FITRIANA NURCAHYANI, Drs. H. Suharyanto, M.Si.

2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Revitalisasi pasar tetap terjadi walaupun belum final secara harga dengan para pedagang yang berakibat pedagang harus mau direlokasi ke tempat yang baru yang sangat jauh dari layak. Masih banyak pedagang yang belum mendapatkan kios maupun los di pasar Kolombo baru. Pedagang pasar Kolombo banyak mengeluhkan kerugian pasca relokasi ke tempat sementara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana resistensi para pedagang dalam proyek revitalisasi pasar Kolombo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti melakukan tinjauan teoritik. Pada tinjauan teoritik pertama, peneliti menyatakan bahwa menurut teori Agresivitas suatu motif untuk melakukan respon terhadap perlakuan kasar, penghinaan dan frustasi dengan maksud dan tujuan untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Pada tinjauan teoritik kedua, peneliti menyatakan bahwa bentuk resistensi sangat beragam dan dapat dilihat sebagai bentuk ketidakpatuha n, dan penolakan terhadap kondisi yang tidak disukai. Pada tinjauan teoritik ketiga, peneliti menyatakan deprivasi relatif terjadi kesenjangan antara apa yang dimiliki pedagang dengan apa yang diinginkan pedagang dalam proyek revitalisasi pasar Kolombo. Adapun faktor-faktor pendorong para pedagang melakukan resistensi yaitu faktor ekonomi dan solidaritas pedagang. Resistensi yang dilakukan para pedagang memiliki dampak pada segi ekonomi. Selain itu, resistensi yang lakukan para pedagang memiliki makna solidaritas dan kesejahteraan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlawanan yang dilakukan pedagang pasar Kolombo sesungguhnya tidak sepenuhnya ingin melanggar peraturan yang berlaku, tetapi terdapat faktor ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah desa dan mempunyai alasan-alasan tersendiri terutama alasan faktor ekonomi. Analisa yang dihasilkan berupa Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Sleman agar lebih mengakomodasi suara pedagang melalui Paguyuban Pedagang Pasar Kolombo (P3K) dengan melakukan pendekatan berupa menggiatkan diskusi publik yang lebih transparan untuk mencapai kesepakatan harga dan lebih mengaspirasi harapan pedagang dengan memenuhi hak-hak tempat relokasi sementara yang lebih memadai.

Revitalization market persist, although not the final price with the merchants must be willing to be relocated to a new place that is not worthy. There are many merchants who have not gotten the market stall or los in Kolombo market. Kolombo market traders complained many losses after relocating to a temporary place. The purpose of this study is to determine how resistance traders in Kolombo market revitalization project. This research uses descriptive qualitative method. The process of data collection is through interviews, observation, and documentation. The Researcher conducted a theoretical review. In the first theoretical review, the researcher stated in theory Aggressiveness a motive to commit the response to abuse, humiliation and frustration with the intent and purpose to hurt and harm others. In the second theoretical review, the researcher stated that the form of resistance is very diverse and can be viewed as a form of disobedience, a rejection of unwelcome conditions. In the third theoretical review, the researcher stated relative deprivation a gap between what the trader to and what the traders in Kolombo market revitalization project. The push factors that traders doing resistance is solidarity economics traders factors. Resistance carried traders who do have an impact on the economy. In addition, the resistance did the traders have the meaning of solidarity and welfare. Results of this study showed resistance to Kolombo market traders actually do not fully want to break the rules that apply, but there are factors of dissatisfaction with government policy and the other villages had its own reasons for reasons primarily economic factors. Analysis of the resulting form of village government and the Government of Sleman district to better accommodate aspiration traders through Paguyuban Pedagang Pasar Kolombo (P3K) by approaching the form of intensified public discussion to reach agreement more transparent pricing and more aspiring traders hope to fulfill the rights of temporary relocation site are more satisfy.

Kata Kunci : Revitalisasi pasar, pedagang, resistensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.