Laporkan Masalah

KAPASITAS INFILTRASI PADA POLA PERTANAMAN CAMPURAN SENGON dan KOPI

ERWINSYAH A MUSTOFA, Ir. Sri Astuti Soedjoko

2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Dusun Nglinggo Barat, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo termasuk dalam tempat yang mempunyai kelerengan yang tinggi sehingga berpotensi terjadi tanah longsor maupun erosi. Banyak dari masyarakat Dusun Nglinggo Barat yang menanami lahan-lahannya dengan tanaman penutup lahan, misalnya kapulaga dan empon-empon. Hal tersebut berfungsi untuk meminimalisir akan adanya tanah longsor maupun erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman penutup lahan terhadap kapasitas infiltrasi pada lokasi tersebut dan mengetahui kapasitas infiltrasi. Metode yang digunakan yaitu dengan pengambilan data secara langsung menggunakan Double ring Infiltrometer pada 18 plot dengan beberapa variasi kondisi yaitu: persen penutupan lahan 0-35% (jarang), >35-70% (sedang), >70-100% (rapat) serta pada kerapatan tegakan yang sama dengan persen penutupan lahan pada 18 plot sampling. Rata-rata kapasitas infiltrasi pada 18 plot yaitu 159,33 mm/jam. Kapasitas infiltrasi terendah terdapat pada plot 10 yaitu 28 mm/jam dan yang tertinggi pada plot 12 yaitu 400 mm/jam. Setelah dilakukan pengujian menggunakan program SPSS untuk membandingkan masing-masing tingkat kerapatan tegakan dan kerapatan tumbuhan penutup tidak didapatkan hasil yang signifikan. Hal tersebut berarti terdapat faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi kapasitas infiltrasi pada lahan tersebut diduga tekstur tanah.

-

Kata Kunci : Kapasitas Infiltrasi, Kerapatan Tegakan, Tanaman Penutup Lahan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.