Pertumbuhan dan tanggapan terhadap penyakit karat (puccinia kuehnii) sembilan klon tebu (saccharum officinarum L.) yang diinfeksi jamur mikoriza arbuskular
WENNY ISMAYANTI, Ir. Toekidjo, M.P.
2013 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMANJamur Mikoriza Arbuskular (JMA) berpotensi tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan ketahanan tanaman terhadap penyakit, oleh karena itu sering digunakan sebagai bahan pupuk hayati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat infektivitas JMA pada beberapa klon tebu, tanggapan pertumbuhan klon-klon tebu, dan ketahanannya terhadap penyakit karat, sebagai modal awal program pemuliaan tanaman tebu rendah pupuk kimia. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2012 sampai dengan Juli 2013 di rumah plastik Condongcatur dan di Laboratorium Mikologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan sembilan klon tebu terdiri dari 9 taraf yaitu klon 6219, 6202, 6239, 6525, 6535, PS92-752, BL, PS881, dan PSJK922. Faktor kedua adalah pemberian inokulasi JMA dan tanpa inokulasi JMA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam α = 5%, apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infektivitas sembilan klon tebu menunjukkan nilai yang tinggi yaitu di atas 70%. JMA dapat meningkatkan pertumbuhan tebu ditinjau dari parameter tinggi tanaman, jumlah anakan, kehijauan daun, berat segar, dan berat kering. Klon 6239 yang memiliki respon pertumbuhan paling baik secara umum, dengan berat kering total paling tinggi dibandingkan klon yang lain. Hasil skoring ketahanan penyakit menunjukkan klon 6202, 6219, dan BL agak tahan terhadap infeksi penyakit karat oranye, sedangkan klon 6239, 6525, 6535, PS92-752, PS881, dan PSJK922 agak rentan terhadap infeksi penyakit karat oranye. JMA mampu meningkatkan ketahanan klon tebu 6239 dari agak rentan (moderate susceptible) menjadi agak tahan (moderate resistant) terhadap infeksi penyakit karat oranye. Klon 6239 dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman tebu yang bersimbiosis baik dengan JMA.
Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) have a high potential to improve plant growth, production, and plant resistance to pathogens, therefore AMF often used as a biofertilizer. This study was conducted to revealed the level of AMF infectivity on sugarcane clones, effects of AMF inoculation on plant growth responses, and plant resistance to orange rust disease, as the basic of plant breeding program with low input of chemical fertilizers. The research was started in December 2012 to July 2013 in a plastic house at Condongcatur and Laboratory of Agriculture Micology, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University. This research was arranged in Randomized Completely Block Design (RCBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was sugarcane clones consists of 9 levels, i.e. 6219, 6202, 6239, 6525, 6535, PS92- 752, BL, PS881, and PSJK922. The second factor were inoculation of AMF and without inoculation of AMF. The data were analized by analysis of variance (Anova) applying level of significance α = 5%. Whenever the significant differences among treatments were found, further analysis was carried out by applying Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) of α = 5%. The results showed that the AMF infectivity in nine sugarcane clones was more than 70%. AMF may improve sugarcane growth in terms of plant height, number of tillers, the green level of leaves, fresh weight, and dry weight. Generally, 6239 clone has good response with the number of dry weight were higher from the others. Based on the resistance scoring, sugarcane clones 6202, 6219, and BL were moderate resistance of orange rust disease, while sugarcane clones 6239, 6525, 6535, PS92-752, PS881, and PSJK922 were moderate susceptible of orange rust disease. AMF may increase resistance of 6239 clone to orange rust disease from moderate susceptible became moderate resistance. 6239 clone can be used in sugarcane breeding programs that have a good symbiosis with JMA.
Kata Kunci : Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA), tebu, penyakit karat oranye