Laporkan Masalah

EVALUASI PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON UMUR 2 TAHUN PASCA ERUPSI MERAPI DI DUSUN BATUR, DESA KEPUHARJO, CANGKRINGAN, SLEMAN

ARIF RAHMAN FAUZI, Ir. Dwi T Adriyanti, M.P.

2014 | Skripsi | D3 KEHUTANAN

Erupsi merapi bulan November 2010 mengakibatkan kerusakan lahan dan vegetasi di sekitar lereng merapi. Awan panas dan abu vulkanik merusak lahan pertanian dan kehutanan. Tanaman pertanian dan kehutanan mati seketika akibat panasnya suhu material vulkanik. Lahan yang terkena abu vulkanik mengalami perubahan fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga memerlukan upaya tertentu untuk dapat ditanami kembali. Upaya rehabilitasi dengan penanaman sudah dilakukan, diantaranya penanaman menggunakan jenis sengon di lahan masyarakat dan lahan kas desa. Meskipun sengon merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat umum, namun jenis ini perlu dikaji kemampuan hidupnya pada masing-masing lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup dan pertumbuhan diameter serta tinggi sengon di lahan pasca erupsi pada tahun ke-2 serta mengetahui pola pertanaman yang baik. Pengukuran dilakukan menggunakan IS 100%, tiga kali pengukuran selama 7 bulan, mulai Juli 2012 sampai dengan Januari 2013. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi persen hidup, tinggi tanaman, dan diameter tanaman. Hasil penelitian menunjukkan besarnya persen hidup tanaman sengon pada lahan masyarakat sebesar 96,12 %, sedangkan pada lahan kas desa sebesar 95,3%. Rerata pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman pada lahan masyarakat 4,35 cm untuk diameter dan tinggi 111,05 cm; sedangkan pada lahan kas desa 2,18 cm untuk diameter dan tinggi 105,78 cm. Tanaman pada lahan masyarakat memiliki diameter yang lebih besar, sedangkan tanaman pada lahan kas desa memiliki tinggi lebih baik.

-

Kata Kunci : Sengon, pertumbuhan, lahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.