Laporkan Masalah

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN CITRA SRTM UNTUK INVENTARISASI SEBARAN DAN GANGGUAN HABITAT ELANG JAWA(Spizaetus bartelsi) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE – PANGRANGO DAN SEKITARNYA

AMMAR GINANJAR, Drs.Projo Danoedoro, M.Sc.Ph.D

2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Elang Jawa merupakan satwa endemik di pulau Jawa dan berdasarkan IUCN masuk kedalam status endangered. Langkanya satwa ini salah satunya disebabkan karena penyusutan habitat akibat tingginya aktivitas alih fungsi lahan yang pada umumnya diawali dengan kegiatan perambahan dan pembalakan pada kawasan hutan. Berkurangnya pohon – pohon besar yang merupakan tempat bersarang,berkembang biak dan beraktivitas bagi elang jawa sangat mengancam keberlangsungan elang jawa. Keadaan diperparah dengan tidak tersedianya data spasial mengenai persebaran habitat elang jawa dan gangguan yang mengancam saat ini. Sehingga segala potensi kerusakan tidak dapat terdeteksi dengan baik yang berakibat pada lambatnya tindak pencegahan kerusakan dan penyusutan terhadap habitat yang tersisa. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemodelan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi dan citra SRTM untuk mengidentifkasi kawasan habitat elang jawa terutama pohon sarang dan tengger yang tersisa di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP)dan sekitarnya serta potensi gangguannya. Identifikasi habitat dilakukan berdasarkan karakteristik habitat elang jawa yaitu elevasi medan,kemiringan lereng serta tinggi tegakan. Sedangkan gangguan merupakan representasi kawasan dengan tingkat aksesibilitas yang relatif baik dan berada dekat daerah yang mengalami kekurangan dalam pemenuhan kayu sebagai motivasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pada daerah penelitian dapat teridentifikasi habitat elang jawa seluas 47.1048,79 ha yang terdiri dari 4,5% habitat sarang, 12,3% habitat tengger serta 83,6% habitat terbang. Terkait dengan status keterancaman terhadap habitat inti(sarang dan tengger) 4% berstatus „keterancaman tinggi‟,7% „keterancaman sedang‟,14%‟keterancaman rendah‟ dan 75% dinyatakan berstatus „tidak terancam‟.

Javan hawk eagle is an endemic species in the Java island and based on the IUCN endangered status. Scarcity of animals is one of them due to habitat shrinking due to high land conversion activities, which generally begins with encroachment and logging activities on forest land . Fewer trees - big trees are for nesting , breeding and activity for the Javan hawk eagle is threatening the viability of Java . Situation is compounded by the unavailability of spatial data on the distribution and habitat of Javan hawk eagle -threatening disorders today. So that any potential damage can not be detected properly, resulting in slow picketing damage and shrinkage of the remaining habitat . The purpose of this research is to utilize modeling with Geographical Information Systems and SRTM imagery to identify habitat areas especially Javan hawk nest and perch trees are left in Gede-Pangrango National Park ( TNGGP ) and surrounding areas as well as the potential for interference. Habitat identification is based on the characteristics of the Javan hawk-eagle habitat there is terrain elevation, slope and height of vegetation. Meanwhile, disturbance represent areas with relatively good levels of accessibility and are near areas experiencing shortages in the fulfillment of wood as motivation . From the research, can be identified habitat Javan hawk eagle 47.1048,79 ha area consisting of 4.5 % nest area, perch area 12.3 % and 83.6 % fly area. Associated with the status of the ‘core habitat’ ( nest and perch ) threatened 4% status ' highly threatened ' , 7 % ' moderate threatened ' , 14 % 'low threatened' and 75 % stated the status of ' not threatened ' .

Kata Kunci : SIG (Sistem Informasi Geografi), SRTM,Habitat Elang Jawa, Spizaetus bartelsi,TNGGP, Tingkat Gangguan Habitat.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.