PENGKAYAAN OKSIGEN DI ZONA PERAKARAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK
REDHA FAUZI, Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D.
2013 | Skripsi | AGRONOMIPenelitian bertujuan untuk 1) menentukan kadar oksigen yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman selada dan 2) mengetahui pengaruh pengayaan oksigen di zona perakaran terhadap serapan N, P, K, Ca, Mg dan Fe oleh tanaman selada yang ditanam secara hidroponik. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah pemberian aerasi dengan tekanan udara tertentu pada media tumbuh, yaitu 0,012 mPa; 0,006 mPa; 0,003 mPa; dan 0 mPa. Pemberian tekanan udara dilakukan dengan menggunakan aerator. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa variabel lingkungan, pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil tanaman selada. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Dunnet. Konsentrasi oksigen yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil tanaman selada ditentukan dengan analisis regresi. Sedangkan pola hubungan antar variabel pengamatan ditentukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman selada terus mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan tekanan aerasi dan konsentrasi oksigen terlarut dalam media tumbuh hidroponik hingga 0,012 mPa dan 12,23 mg/l. Kemampuan tanaman selada untuk mengakumulasi N, P, K, Ca, Mg, dan Fe dalam jaringan daunnya terus mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya tekanan aerasi maupun konsentrasi oksigen terlarut dalam media tumbuh hidroponik, hingga tekanan aerasi sebesar 0,012 mPa dan konsentrasi oksigen terlarut sebesar 12,23 mg/l. Pemberian tekanan aerasi sebesar 0,012 mPa dengan konsentrasi oksigen terlarut sebesar 12,23 mg/l berpotensi untuk memperpendek umur panen tanaman selada dari yang semula 28 hari menjadi 14 hari setelah pindah tanam.
The research has been carried out in order to 1) determine the optimal levels of oxygen to accelerate the growth and yield of lettuce and 2) determine the effects of oxygen enrichment in the root zone on the N, P, K, Ca, Mg and Fe uptake by lettuce grown in hydroponics. The research was arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) single factor with three blocks as replications. The treatments tested were giving aeration using aerators in the growing medium, namely 0.012 mPa, 0.006 mPa, 0.003 mPa, and 0.00 mPa. Observations were done on several variables of environmental, growth, yield and quality of lettuce. Data were analyzed using analysis of Variance (ANOVA) at 5% levels, and continued with Dunnet Test. The optimal oxygen concentrations were determined using regression analysis. Meanwhile, the relationships patterns among the variables were determined with regression analysis. The results showed that growth and yield of lettuce continue to increase in line with the increase on aeration pressure and oxygen concentration in growing media up to 0,012 mPa and 12.23 mg/l. Lettuce have an ability to accumulate N, P, K, Ca, Mg, and Fe in the leaf tissue and continued to increase in line with the increase of aeration pressure and dissolved oxygen concentration in growing media, to an aeration pressure of 0,012 mPa and dissolved oxygen concentration of 12.23 mg/l. The applications of aeration pressure up to 0.012 mPa and dissolved oxygen concentration up to 12.23 mg/l has the potential to shorten the harvest time of lettuce, from 28 to 14 days after transplanting.
Kata Kunci : selada, hidroponik, pengayaan oksigen