Laporkan Masalah

KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KARAKTERISTIK HABITAT MAMALIA KECIL PASCAERUPSI TAHUN 2010 DI LERENG SELATAN GUNUNG MERAPI

ALVIO RAHMA RAMADHAN, Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono

2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTAN

Pascaerupsi Gunung Merapi tahun 2010, habitat satwa liar kawasan lereng selatan Gunung Merapi mengalami dampak kerusakan. Dampak kerusakan yang ditimbulkan dapat diklasifikasikan menjadi dampak kerusakan ringan, sedang dan berat yang berpotensi mengakibatkan terganggunya populasi dan mikrohabitat mamalia kecil. Mamalia kecil berperanan penting dalam proses ekologi sebagai penyebar biji. Peranan ini menciptakan interaksi antara mamalia kecil dan lingkungannya yang mungkin terpengaruh oleh adanya kerusakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mamalia kecil dan karakteristik habitatnya di lereng selatan Taman Nasional Gunung Merapi pascaerupsi 2010. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif. Sampel sistematik digunakan untuk meletakkan perangkap mamalia kecil pada lokasi pengambilan data. Data variabel habitat diambil menggunakan circular plot sesuai dengan lokasi peletakan perangkap. Analisis data keanekaragaman jenis menggunakan Indeks Diversitas Shannon (H’). Data variabel habitat dianalisis menggunakan uji beda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis mamalia kecil terdiri dari spesies tikus ladang (Rattus exulans) dan tikus belukar (Rattus tiomanicus). Indeks Keanekaragaman Jenis Shannon (H’) bernilai 0,24 pada kerusakan sedang dan 0,27 pada kerusakan berat di dalam kawasan taman nasional serta 0,26 pada kerusakan sedang dan berat di luar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Hasil ini menunjukkan bahwa karakteristik habitat mamalia kecil yang mempengaruhi keberadaan dan jumlah individu berupa penutupan tumbuhan bawah, ketinggian tempat dan rata-rata diameter strata tajuk atas.

After the Merapi volcano eruption in 2010, the wildlife habitat in south slope of Mount Merapi area has been damaged. The impact of damage can be classified into mild, moderate and heavy damage impacts which potentially affect the small mammals population and their microhabitat. Small mammals are important for their roles in ecological processes as seed disperser. This position creates interactions between small mammals and their environment that might be affected by the damage. The purpose of this study was to determine small mammals diversity and investigate the characteristics of habitat in the South Slope of Mount Merapi National Park after the eruption of Mount Merapi in 2010. The research used descriptive and qualitative method. Systematic sampling method was applied to place traps of small mammals on location for diversity data. Habitat variable data was collected by a circular plot in same location as the trap. Small mammals diversity were analyzed using Shannon Diversity Index (H ') . Habitat variables data were analyzed using a difference test with SPSS version 16. The results showed that the species diversity of small mammals consists of Pacific rat ( Rattus exulans ) and Malaysian field rats ( Rattus tiomanicus ). Shannon Diversity Index ( H ' ) on the mild damage were 0.24 and 0.27 in heavy damage inside national park area and 0.26 ( moderate and heavy damage ) outside of the park. This results explain that the characteristic of small mammals habitats which affect the presence and the number of individuals are shrub cover , altitude , and overstory tree size .

Kata Kunci : Keanekaragaman Hayati, Gangguan, Mamalia Kecil, Bencana Alam, Suksesi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.