Laporkan Masalah

PEMBAGIAN KERJA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DALAM RUMAH TANGGA PETANI PADA PENGELOLAAN KEBUN KARET DI DESA PURWOSARI KECAMATAN SEMBAWA BANYUASIN SUMATERA SELATAN

UMBAR RIANTO, Umi Listyaningsih, S.Si, M.Si

2013 | Skripsi | GEOGRAFI

Studi ini ditujukan untuk memperoleh pemahaman tentang wilayah penelitian meliputi kondisi fisiografis, aksesibilitas, dan sosial ekonomi penduduknya, menganalisis persamaan dan perbedaan mengenai pembagian kerja dan curahan waktu antara suami istri dalam rumah tangga petani pada pengelolaan kebun karet. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Purwosari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-dept interview) terhadap informan-informan di Desa Purwosari. Informan tersebut meliputi petani pemilik dan penggarap kebun karet, ketua GAPOKTAN, dan aparat Desa Purwosari. Data hasil wawancara mendalam ini kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menghasilkan gambaran pembagian kerja dalam pengelolaan kebun karet. Hasil penelitian menunjukkan, Desa Purwosari memiliki karakteristik lingkungan geografik yang relatif datar, aksesibilitas baik, didominasi lahan kering/kebun, kegiatan ekonomi yang bervariatif dan penggunaan lahan didominasi oleh hal-hal yang terkait perkebunan karet, sehingga kondisi tersebut mendukung kondusifitas dalam pengelolaan perkebunan karet. Rata-rata penguasaan lahan oleh petani karet dua hektar. Pada pengelolaan lahan karet suami menjadi aktor utama dan mendominasi seluruh pekerjaan dalam pengelolaan kebun karet dari awal penanaman sampai pemanenan dan pemasaran. Sementara itu curahan waktu istri lebih sedikit dibanding curahan waktu suami dalam pengelolaan kebun karet.

This study was aimed to understand the physiographic, accessibility and social-economic condition of research area. These factors were put as inputs of resemblance and disparity work allocation analysis and time outpouring between household-housewife farmer at rubber plant. Location of the research was in Purwosari village which is located at Sub District Sembawa, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. Data were collected using in-depth interviews. The informants included tenant farmers and rubber plantation owners, chairman GAPOKTAN, and Purwosari’sofficials staff. This in-depth interview data was analyzed using descriptive qualitative to show time outpouring representation in rubber plantation management. The result discovered that Purwosari has characteristics relatively flat environment, good accessibility, predominantly dry land/garden, varied economic activities and land use is dominated by things related torubber plantations, so this condition supports the rubber plantations management. The average land holding of rubber farmers are 2 hectares. On the rubber plant management, the husband is being the main actor that dominates the entire workof rubber plantations management since its early planting, harvesting and marketing. Mean whie the wife was outpouring less of time than the husband in the rubber plantations management.

Kata Kunci : Pembagian Kerja, Curahan Waktu, Pengelolaan Kebun


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.