MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MENGELOLA HUTAN RAKYAT DI DESA NGLANGGERAN, KECAMATAN PATUK, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MARZIAN BENAZIR S, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P.
2013 | Skripsi | MANAJEMEN HUTANberdasarkan inisiatif masyarakat. Pengembangan hutan rakyat di lakukan di lahan milik masyarakat itu sendiri. Jenis tanaman yang di tanam di lahan hutan rakyat berupa tanaman berkayu dan tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri maupun di jual untuk dapat meningkatkan perekonomian. Pengelolaan hutan rakyat sangat berperan penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat Desa Nglanggeran dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah pengelolaan hutan rakyat, motivasi masyarakat mengelola hutan rakyat dan Pengaruh motivasi terhadap tindakan masyarakat Desa Nglanggeran dalam mengelola hutan rakyat. Penelitian ini dilakukan di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengambilan data dengan observasi lokasi, wawancara secara mendalam dengan interview guide dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman (1984). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sejarah hutan rakyat di Desa Nglanggeran mengalami perkembangan yang di bagi menjadi 4 periode yaitu periode sebelum tahun 1960, periode 1961-1973, periode 1974 – 1993 dan periode 1993 – pembentukan Gabungan Kelompok Tani pada tahun 2007 hingga diadakannya sistem verifikasi legalitas kayu pada tahun 2013. Masyarakat Desa Nglanggeran memandang hutan sebagai tempat mendapatkan penghasilan dengan cara bercocok tanam. Motivasi masyarakat mengelola hutan rakyat adalah motivasi mempertahankan hidup, motivasi kebutuhan rasa aman, motivasi kebutuhan rasa kasih sayang serta cinta dan motivasi kebutuhan harga diri. Motivasi adalah fenomena kejiwaan yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku demi mencapai sesuatu yang diinginkan. Motivasi yang kuat pada diri masyarakat Desa Nglanggeran dalam pengelolaan hutan rakyat menimbulkan usahausaha untuk mencapai tujuan dan harapan yang diinginkan dalam pengelolaan hutan rakyat hingga tercapainya kepuasaan batin pada diri masyarakat.
Community forest is one form of natural resources management based on community initiatives. The development of community forest is done byowned society land. The kind of plant planted is wood and agriculture which can be used for society itself or sold for increasing income. Community forest management takes important roles on fulfilling needs of Nglanggeran villagers. This research is aimed on knowing the history of community forest management, society motivation on managing community forest and the influence of motivation in the action of Nglanggeran villagers on managing community forest. The research was conducted in Nglanggeran Village, Patuk Region, GunungKidul Regency, Yogyakarta Special Region. This research used qualitative approach with phenomenology method. Data collection is done by location observation, deeply interview using interview guide and documentation study. Then, the analysis method of qualitative data based on Miles and Huberman (1984) is used on data analyzing. Based on the research result, known that the history of forest community in Nglanggeran Village has been developing which is parted into four periods. They are before 1960, 1961-1973, 1974-1993 and 1993 Forming Joint Farm Group in 2007 until wood certifications was done in 2013. Nglanggeran villagers face forest as a place for earning with planting. Society motivation managing community forest is a motivation for maintaining life, safe, caring and loving, and also self-regard. Motivation is a psychiatric phenomenon pushing human to do what they want to achieve. Strong motivation in Nglanggeran villagers on managing community forest ignites efforts for achieving aims and hopes until satisfaction has been reached.
Kata Kunci : motivasi masyarakat, pengelolaan hutan rakyat