Laporkan Masalah

Analisi Pola Spasial Hujan Ekstrim Metode Rerata Aljabar di Wilayah Lereng Barat dan Selatan Gunung Merapi

MUH THAHA, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng.

2013 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Indonesia. Gunung ini terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahaya letusan Gunung Merapi dapat mengancam ribuan jiwa yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Bahaya erupsi Gunung Merapi tidak hanya terjadi saat terjadi letusan saja, tetapi masih ada bahaya yang mengancam yaitu banjir lahar dingin. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian yang dapat meminimalisir dampak dari bencana lahar dingin ini. Kajian terhadap pola hujan ekstrim yang terjadi lereng Gunung Merapi dapat digunakan sebagai informasi dalam upaya peringatan dini mitigasi bencana lahar dingin. Materi utama dalam penelitian ini adalah analisis pola spasial hujan ekstrim dengan metode rerata aljabar yang terjadi di lereng Gunung Merapi bagian Barat dan Selatan. Analisis pola sebaran hujan ekstrim secara spasial menggunakan data hujan jam-jaman terukur di stasiun hujan. Pemilihan data hujan ekstrim didasarkan pada kejadian hujan dengan durasi waktu tertentu yang tidak seragam (unisolated event) untuk durasi 1, 2, 3 dan 4 jam dari tahun 1981- 2007. Selanjutnya dilakukan interpolasi untuk menyusun peta spasial sebaran hujan dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) menggunakan bantuan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran hujan ekstrim secara spasial yang dinyatakan dalam intensitas hujan bervariasi setiap durasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan pola spasial intensitas hujan ekstrim yang terjadi hanya dominan di wilayah tertentu saja, yaitu di wilayah bagian Barat dan Barat Daya dari lereng Gunung Merapi. Dalam analisis dengan 4 durasi yang berbeda ditunjukkan bahwa kejadian hujan ekstrim paling banyak terjadi di wilayah stasiun pencatat curah hujan Ngandong, Ngepos, Girikerto, Gunung Maron dan Argomulyo. Selain itu, kejadian hujan ekstrim paling banyak terjadi pada bulan Januari, Februari, November dan Desember.

Mount Merapi is one of the active volcanos in Indonesia. This mount is located in Yogyakarta Special Province and Central Java Province. The Mount Merapi eruption can threat the thousands of people who live at around area of summit and the slope. The disaster risk happen when the eruption is happened, but also there is lahar flood can be secondary disaster. Therefore, it is necessary to conduct a study to minimize the damage risk due to of this lahar flood. The study of extreme rainfall pattern that is happened at slope of Mount Merapi can be used to be information of lahar flood early warning system. The main material of this research is analyzing the extreme rainfall pattern by algebra averaging method at West and South slope of Mount Merapi. The analysis of extreme rainfall pattern spatially uses the rainfall data that was measured by automatic rainfall recorder. The analysis was done to select rainfall event with heterogeneous specific duration (unisolated event) for duration of 1, 2, 3 and 4 hours since years 1981-2007. Furthermore, interpolation was done to draw the rainfall spatial maps by Inverse Distance Method (IDW) using ArcGIS software. The results show the spatial pattern of extreme rainfall that is expressed in rainfall intensity variety to the duration. The most frequent extreme rainfall intensity happens in a specific area, at West and South West of Mount Merapi. The extreme rainfall events are found in rainfall recorder station of Ngandong, Ngepos, Girikerto, Gunung Maron and Argomulyo area. Moreover, the extreme rainfall events happen in month January, February, November and December.

Kata Kunci : Hujan ekstrim, pola spasial, intensitas hujan, lahar dingin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.