Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH RUAS DAN PEMOTONGAN DAUN TERHADAP PERSEN HIDUP DAN PERTUMBUHAN STEK PUCUK JABON Anthocephalus cadamba

LINTANG SULISTYANING RATRI, Ir. Suginingsih, M.P.

2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Jabon pada akhir-akhir ini ditanam oleh masyarakat sebagai pengganti tanaman Sengon yang diserang penyakit karat puru. Penanaman biasanya menggunakan semai dari biji, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam. Oleh karena itu perlu dicoba melakukan penanaman dengan pembiakan vegetatif. Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan menggunakan stek pucuk, namun ukuran stek yang keberhasilannya tinggi belum banyak diketahui, untuk itu dilakukan pemilihan pucuk dengan panjang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah ruas dan pemotongan daun terhadap keberhasilan tumbuh stek pucuk Jabon. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2013 sampai dengan Maret 2013 di Persemaian Permanen Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi DIY. Bahan yang digunakan meliputi : stek pucuk jabon, tanah subur, pasir dan pupuk kandang (kotoran sapi). Metode penelitian stek pucuk menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Terdapat dua faktor, yaitu faktor jumlah ruas stek (R1, R2, R3) dan faktor pemotongan daun (D0, D1). Variabel yang diamati pada penelitian stek pucuk antara lain persentase hidup stek, persentase stek berakar, jumlah akar, panjang akar, dan tinggi semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ruas berpengaruh terhadap persentase hidup stek. Hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan stek pucuk 3 ruas dengan daun dipotong yaitu 93%, jumlah akar terbanyak pada perlakuan stek pucuk 3 ruas dengan daun dipotong yaitu 24 akar, dan rata-rata panjang akar yang terpanjang juga diperoleh dari stek pucuk 3 ruas daun dipotong yaitu 17,6 cm dengan rata-rata tinggi stek yang mencapai 21 cm.

-

Kata Kunci : Jumlah ruas, Persen hidup, Stek pucuk, Jabon.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.