Laporkan Masalah

PENGGUNAAN DATA IKLIM DAN TANAH UNTUK PENENTUAN POLA TANAM PADI, UBI KAYU DAN KEDELAI DI KECAMATAN PANGGANG DAN RONGKOP, GUNUNGKIDUL

BINTANG SUKMA MUKTI, Ir. Mulyono Nitisapto, M.S.

2013 | Skripsi | ILMU TANAH

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat potensi lahan yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh tanaman padi, ubi kayu, dan kedelai di Kecamatan Panggang dan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul dan menentukan pola tanam sesuai dengan data cuaca yang ada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 dan analisis laboratorium dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2013 di Laboratorium Tanah Kuningan, Laboratorium Tanah Umum, dan Laboratorium Fisika Tanah Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penentuan tingkat potensi lahan dilakukan dengan menggunakan metode limitasi sederhana dengan menggunakan syarat tumbuh padi tadah hujan, ubi kayu dan kedelai menurut Djaenudin et. al., (2003). Pola tanam ditentukan dengan membandingkan rerata evapotranspirasi dan curah hujan. Hasil analisis potensi lahan menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi 25,56% S3eh1 dan 74,44% Neh1, ubi kayu 0,469% S3rc1, 28,62% S3rc1eh1, dan 70,91% Neh1, dan kedelai 0,47% S2eh1lp2, S3eh1 26,64%, 2,34% S3rc3eh1, dan 70,56% Neh1. Faktor pembatas utama pertumbuhan tanaman adalah kemiringan lereng (eh1). Pola tanam di kedua kecamatan sama yakni pada musim tanam I tumpangsari padi dan ubi kayu dan pada musim tanam II kedelai dan ubi kayu. Musim tanam di Kecamatan Panggang dimulai pada bulan Oktober dasarian II sedangkan Kecamatan Rongkop pada Oktober dasarian III.

This study aims to determine the level of potential land in accordance with the conditions required for rice, cassava, and soybeans at Panggang and Rongkop Districts, Gunungkidul and planting pattern in accordance with the existing weather data. The field research was conducted during January 2013 and laboratory analysis conducted in February and March 2013 at the Kuningan Soil Laboratory, General Soil Laboratory, and Soil Physics Laboratory Department of Soil, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta. Determination of the level of potential land was carried out by using a simple limitation method using rainfed rice growing conditions, cassava and soybeans by Djaenudin et al., (2003). Cropping pattern was determined by comparing the average evapotranspiration and rainfall. Results showed that the analysis of potential land suitability for rice S3eh1 25.56% and 74.44% Neh1, cassava S3rc1 0.469%, 28.62% S3rc1eh1, and Neh1 70.91%, and 0.47% soybean S2eh1lp2, S3eh1 26.64%, 2.34% S3rc3eh1, and 70.56% Neh1. The main limiting factor was slope (eh1). Cropping patterns for those two districts at the first planting season is multiple cropping of rice and cassava and the planting season II is soybean and cassava. Planting season in Panggang began at October 2nd ten-days, while Rongkop at October 3rd ten-days.

Kata Kunci : data iklim, pola tanam, padi, ubi kayu, kedelai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.