Laporkan Masalah

PROFIL PENDIDIKAN MENENGAH DI KABUPATEN SLEMAN

DANY PURWANTO, Umi Listyaningsih, S.Si, M.Si

2013 | Skripsi | GEOGRAFI MANUSIA

Perkembangan dunia mengakibatkan permintaan tenaga kerja berkualitas dan terampil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pendidikan menengah atas berdasarkan jumlah guru, jumlah murid, angka partisipasi, sarana dan prasarana sekolah, nilai ujian nasional, angka kelulusan dan angka putus sekolah. Penelitian menggunakan data SIPD Kabupaten Sleman tahun 2012 bidang pendidikan dan data dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Daerah penelitian adalah Kabupaten Sleman Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui kondisi dan tren pendidikan. Hasil analisis ditambahkan dengan data wawancara dengan narasumber dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio guru dan murid di Kabupaten Sleman lebih rendah dari rasio nasional karena jumlah guru di Kabupaten Sleman mengalami surplus. Angka partisipasi pendidikan di bawah 60 persen yang disebabkan penduduk usia sekolah menengah memilih sekolah di luar wilayah Kabupaten Sleman. Nilai ujian nasional mengalami penurunan namun angka kelulusan naik dari tahun sebelumnya. Bangunan sekolah terbanyak terdapat di Kecamatan Depok.

The result of world development is enhancement demand of quality and skilled labor. The aim of the research is to find out high condition by noticing teacher quantity, student quantity, participation rate, school infrastructure, national exam grade, graduation rate, and drop out rate. This Research is using data SIPD Sleman Regency section education year 2012. Research area is in Sleman Regency. Data analysis uses descriptive method to study education trend and condition, and added by data and interview result from government office of Education, Youth, and Sport. The result showing that teacher and student ratio in Sleman Regency is lower than national ratio. Thus because surplus of teacher quantity in Sleman Regency. Education participation rate is below 60 percent because people at the secondary education choose to pick high school outside of Sleman Regency. National exam grade of secondary education is droping, but graduation rate is higher after year before. School infrastructure in Depok sub-district is higher than the other sub-district. Education policy in Sleman Regency each sub-district determined by the quantity of students

Kata Kunci : pendidikan menengah, angka partisipasi, kebijakan kependidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.