PENGARUH KOMBINASI FRAKSI TAK LARUT n-HEKSAN EKSTRAK ETANOLIK HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) DAN FRAKSI KURKUMINOID RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP KADAR SGOT-SGPT SERUM TIKUS RESISTEN INSULIN
AHMAD MUZAKKI MUBAROK, Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA.
2013 | Skripsi | FARMASIDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang digolongkan kronis yang sering diderita penduduk Indonesia. Survey WHO pada tahun 2000 diprediksi mengalami peningkatan sebanyak 152 % dengan 21.257.000 orang merupakan kasus DM tipe 2. Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees.) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) telah terbukti memiliki aktivitas menurunkan kadar SGPT-SGOT serum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi fraksi tak larut n-heksan ekstrak etanolik herba sambiloto (FTS) dan fraksi kurkuminoid rimpang temulawak (FKT) terhadap kadar SGOT-SGPT serum tikus resisten insulin. FTS diperoleh dari maserasi serbuk kering herba sambiloto dalam etanol 90% yang kemudian difraksinasi dengan n-heksan. Tikus putih jantan (Rattus norvegicus) Wistar dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok. Masingmasing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus dan dibagi menjadi kelompok normal, FKT tunggal (dosis 45 mg/200 gBB), kelompok positif (metformin 9 mg/200 g BB), FTS tunggal (dosis 58,55 mg/200 gBB), kombinasi FTS dan FKT (dosis 58,55 mg/200 gBB dan 45 mg/200 gBB), dan kelompok negatif. Tikus dibuat resisten insulin melalui pemejanan fruktosa dan pakan diet lemak tinggi selama 75 hari. Perlakuan ekstrak diberikan dari hari ke-35 hingga ke-75. Kadar SGOTSGPT serum ditetapkan pada hari ke-0, 35, 60, dan 75. Data nilai kadar SGOTSGPT serum yang diperoleh lalu dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan metode parametrik ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc dengan memakai taraf kepercayaan 95%. Hasil uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) secara kualitatif menunjukkan bahwa FTS mengandung senyawa andrografolid dan FKT mengandung senyawa kurkumin. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa semua kelompok tidak memiliki perbedaan signifikan (P > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi FKT dan FTS tidak memberikan efek penurunan kadar SGOT-SGPT serum tikus. Pemberian kombinasi FTS dan FKT tidak memberikan efek pengurangan degenerasi melemak pada hepar tikus yang diberi pakan diet lemak tinggi dan fruktosa.
-
Kata Kunci : herba sambiloto, rimpang temulawak, kadar SGOT-SGPT serum