PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN PULSUS PADA KUCING KARENA PENGARUH ANESTESI KETAMIN-XYLAZIN DAN KETAMIN-ACEPROMAZIN
IS SETIARINI P., drh. Setyo Budhi, M. P.
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anestesi campuran ketamin – xylazin dan campuran ketamin – acepromazin terhadap tekanan darah dan pulsus kucing. Penelitian ini dilakukan di Bagian Bedah dan Radiologi Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi. Pengumpulan data menggunakan delapan ekor kucing berumur sekitar 8 bulan dengan jenis kelamin jantan sebagai hewan coba. Kucing dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A dengan anestesi campuran ketamin – xylazin dan kelompok B dengan anestesi campuran ketamin – acepromazin. Atropin sulfat dengan dosis 0,04 mg/kg berat badan disuntikan secara subcutan, 10 menit setelah itu kucing kelompok A diinjeksi ketamin dengan dosis 15 mg/kg berat badan dan xylazin dengan dosis 2 mg/kg berat badan dan acepromazin dengan dosis 0,05 mg/kg berat badan. Parameter yang diteliti adalah perbedaan tekanan darah dan pulsus. Alat monitor NT3 Veteriner dipasang pada kucing. Data diambil sejak kucing tidak menunjukkan reflek digiti setiap 5 menit sampai kucing menunjukkan reflek digiti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisa statistik diperoleh hasil bahwa pulsus akibat pemberian anestesi ketammin – xylazin dan ketamin acepromazin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05), sedangkan perbedaan tekanan darah akibat pemberian ketamin – xylazin dan ketamin – acepromazin menunjukkan hasil yang signifikan (P<0,05).
This study aimed to determine the effect of ketamine – xylasin and ketamine – acepromasin anaesthesia toward pulse and blood pressure of cat. This research was conducted at the Surgery and Radiology of Prof. Soeparwi Veterinary Hospital. Data collection using eight cats was about 8 months with the male gender as experimental animals. Those cats were divided into two groups that is group A used mixed of ketamine – xylasin anesthesia and group B used mixed of ketamine – acepromasin anesthesia. Atropine sulfat with a dosage 0,04 mg/kg of weight was injected subcutaneously. 10 minutes after, group A was injected ketamin with a dosage 15 mg/kg weight and xylazin with a dosage 2 mg/kg weight. Group B was injected with ketamine with a dosage 15 mg/kg weight and acepromazin with a dosage 0,05 mg/kg weight. Parameter that was studied are the level of pulse and blood pressure. Veterinary NT3 monitors attached to cats. Retrieval of data from the cat showed no digiti reflex every 5 minutes until the cat showed digiti reflex. These results indicate that based on the statistical analysis obtained pulse due to administration of anaesthesia ketamine - xylazin and ketamine - acepromazin showed no significant results (P> 0.05), while blood pressure caused by administration of ketamine - xylazin and ketamine - acepromazin showed a significant (P <0.05).
Kata Kunci : ketamin, xylazin, acepromazin, tekanan darah, pulsus.