PEMANFAATAN DATA TANAH DAN IKLIM UNTUK POLA TANAM PADI, UBI KAYU DAN JAGUNG DI KECAMATAN NGAWEN DAN GEDANGSARI, GUNUNGKIDUL
AHMAD ALIMUDIN M., Prof. Dr. Ir. Bambang Hendro Sunarminto, SU.,
2013 | Skripsi | ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat potensi lahan yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman padi, ubi kayu dan jagung di Kecamatan Ngawen dan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul dan menentukan pola tanam yang sesuai dengan data iklim yang ada. Penentuan tingkat potensi lahan yang dilakukan menerapkan metode limitasi sederhana dengan menggunakan syarat tumbuh padi, ubi kayu dan jagung menurut Djaenudin dkk (2003). Kelas kesesuaian lahan di 2 kecamatan yang merupakan lokasi penelitian, yaitu untuk tanaman padi tadah hujan adalah S3eh1 14,26 %, S3eh1eh2 15,88 %, Neh1 47,60% dan Neh1eh2 0,86 %. Kesesuaian lahan ubi kayu adalah S3eh1rc3 14,26 %, S3eh1eh1 15,88 %, Neh1 47,60% dan Neh1eh2 0,86 %, dan kesesuaian lahan untuk tanaman jagung S3eh1 14,26 %, S3eh1eh2 15,88 %, Neh1 47,60% dan Neh1eh2 0,86 %. Faktor pembatas utama pertumbuhan tanaman adalah kemiringan lereng (eh1). Rekomendasi pola tanam 1 untuk padi di Gedangsari adalah November dasarian 3, ubi kayu September dasarian 3 dan jagung Maret dasarian 1. Pola tanam II untuk padi di Gedangsari adalah Oktober dasarian 1 dan Februari dasarian ke 2, ubi kayu September dasarian 1. Rekomendasi pola tanam 1 untuk padi di Ngawen adalah Oktober dasarian 1, ubi kayu September dasarian 1 dan jagung Februari dasarian ke 2. Pola tanam II untuk padi di Gedangsari adalah Oktober dasarian 1 dan Februari dasarian ke 2, ubi kayu September dasarian 1.
This study aims to determine the level of potential land in accordance with the conditions required by rice, cassava and maize in Ngawen and Gedangsari District, Gunungkidul and planting pattern in accordance whit the existing weather data. Determination of the level of land potential by applying a simple limitation method using rainfed rice growing conditions, cassava and maize according to Djaenudin et al., (2003). The result indicated that land suitability classes off rice is S3eh1 14,26 %, S3eh1eh2 15,88 %, Neh1 47,60% and Neh1eh2 0,86 %. Land suitability classes off cassava is S3eh1rc3 14,26 %, S3eh1eh1 15,88 %, Neh1 47,60% and Neh1eh2 0,86 land suitability classes off maize is S3eh1 14,26 %, S3eh1eh2 15,88 %, Neh1 47,60% and Neh1eh2 0,86 %. The main limiting factor is slope (eh1). Recommendation 1 of cropping pattern at Gedangsari for rice planted at first ten-days of November, cassava at third ten-days of September and maize at first tendays of March. Recommendation 2 of cropping pattern at Gedangsari for rice planted at first tendays of October and second ten-days of February, and cassava second ten-days of September. Recommendation 1 of cropping pattern at Ngawen for rice planted at first ten-days of October, cassava at first ten-days of September and maize at second ten-days of February. Recommendation 2 of cropping pattern at Ngawen for rice planted at first ten-days of October and second ten-days of February, and cassava first ten-days of September.
Kata Kunci : Jagung, kesesuaian lahan, padi, pola tanam, ubi kayu