PENGARUH TUMPANGSARI PISANG DAN BAWANG-BAWANGAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA PISANG
AULIA RAHMAN ALBONEH, Dr. Ir. Arif Wibowo, M. Agr. Sc.
2013 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANLayu Fusarium pada pisang (Musa paradisiaca L.) disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC). Pengendalian dengan bahan kimia, pengeringan lahan, rotasi tanaman, dan penggunaan bahan organik belum menunjukan hasil efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perkembangan penyakit layu Fusarium pada pisang Ambon Kuning dan Kepok Kuning yang ditanam secara tumpangsari dengan bawang-bawangan (Allium), (2) mengetahui pengaruh tumpangsari terhadap populasi total Fusarium spp. dalam tanah. Serta (3) mengetahui pengaruh berbagai macam ekstrak bawang-bawangan (Allium) dalam menghambat laju pertumbuhan dan sporulasi FOC secarain vitro. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kejadian penyakit layu fusarium pisang, populasi total koloni Fusarium spp. dalam tanah, pertumbuhan koloni dan perkecambahan FOC. Hasil penelitian menunjukan penanaman Allium jenis kucai (Allium tuberosum) dengan pisang Ambon Kuning mampu menekan insidensi penyakit paling rendah hingga 12,5% lebih rendah dibandingkan kontrol. Sedangkan pada Kepok Kuning mampu menekan kejadian penyakit paling rendah hingga 4,2% lebih rendah dibandingkan kontrol. Populasi total koloni Fusarium spp. Pada perlakuan tumpangsari Allium jenis bawang merah (Allium cepa agregatum group) dengan pisang Ambon Kuning mampu menekan populasi total hingga 98% dibandingkan kontrol. Penggunaan ekstrak kucai (Allium tuberosum) konsentrasi 75% padauji in vitro mampu menekan pertumbuhan diameter koloni Fusarium oxysporum f.sp. cubense hingga 57% dibandingkan kontrol. Ekstrak bawang merah (Allium cepa agregatum group) konsentrasi 100% padauji in vitro mampu menghambat perkecambahan spora Fusarium oxysporum f.sp. cubense hingga 89%.
Fusarium wilt of banana (Musa paradisiaca L.) is caused by Fusaium oxysporum f.sp. cubense (FOC). Disease controls with chemical treatment, field draining, rotation system, and organic material do not show effective result. The research was aimed to (1) study Fusarium wilt development in two types of banana i. e., Ambon Kuning and Kepok Kuning which were intercropped with Allium spp., (2) study intercropping effect on Fusarium spp. total population in soil, (3) study effect of some Allium, spp. extract to inhibit FOC development and sporulation in vitro. Parameters observed were disease incidence, Fusarium spp. total population, fungal colony development, and sporulation. Kucai (Allium tuberosum) which was intercropped with Ambon Kuning, suppressed fusarium wilt disease incidence to 12,5% less compared to control. Meanwhile, intercropping with Kepok Kuning suppressed disease incidence 4,2% less than control.Shallot (Allium cepa agregatum group) which was intercropped with Ambon Kuning and Kepok Kuning suppressed Fusarium spp. total colony up to 62,5% and 0%, respectively. The use of 75% kucai (Allium tuberosum) extract suppressed Fusarium oxysporum f.sp. cubense diameter colony by 57%. The use of 100% shallot (Allium cepa agregatum group) extract suppressed Fusarium oxysporum f.sp. cubense spore germination by 89%.
Kata Kunci : Tumpangsari Pisang – Allium., Fusarium oxysporum f.sp. cubense, Penyakit Layu Fusarium.