PEMODELAN SPASIAL BANJIR LUAPAN SUNGAI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH DI DAS BODRI PROVINSI JAWA TENGAH
NUGRAHA SAPUTRO, Dr. R. Suharyadi, M.Sc.
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHKajian bencana banjir semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut berdampak positif pada perkembangan metode untuk menghitung data debit dan juga semakin banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah data spasial. Ketersediaan data penginderaan jauh dan teknologi Sistem Informasi Geografis semakin mempermudah pekerjaan dalam upaya menyusun model prediksi daerah rawan banjir, sehingga dapat mengurangi pekerjaan lapangan untuk memperoleh data. Penelitian ini difokuskan untuk menyusun model banjir luapan di Sungai Bodri Kabupaten Kendal dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan teknik SIG. Model genangan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC RAS dengan model aliran tidak permanen dan visualisasi daerah yang berpotensi tergenang dilakukan menggunakan perangkat lunak ARC GIS. Parameter untuk menyusun model banjir adalah data aliran, nilai koefisien Manning, dan geometri sungai. Penggunaan citra ALOS AVNIR-2 (direkam pada tanggal 22 Agustus 2009 dan telah dilakukan cek lapangan pada tanggal 1 – 4 Juli 2013) dan data DEM dapat dimanfaatkan untuk memperoleh data parameter fisik DAS yang digunakan untuk memperoleh data aliran dan data geometri sungai. Nilai koefisien Manning ditentukan berdasarkan informasi penggunaan lahan yang diturunkan dari citra penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya debit banjir kala ulang 5 tahun adalah 682,81 m3/s dan debit banjir maksimum kala ulang 10 tahunan adalah 1040,52 m3/s. Skenario genangan banjir kala ulang 5 tahunan menunjukkan bahwa genangan banjir diprediksi melanda 25 desa, sedangkan skenario genangan banjir kala ulang 10 tahunan menunjukkan bahwa genangan banjir diprediksi melanda 30 desa.
Flood studies was growing along with the development of science and technology. It had a positive impact on the development of a method for calculating the flow of data and also a growing number of software that can be used to process spatial data. Availability of remote sensing data and Geographic Information System technology, more further to facilitate the work during the compilation of a prediction model flood-prone areas, thus reducing field work to obtain the data. This study was focused to develop flood models Bodri River in Kendal by using remote sensing data and GIS techniques. Flood inundation models performed using HEC RAS software with unsteady flow models and visualization of potentially inundated areas, performed by using ARC GIS software. Parameters to create a model are the flow of data, the value of Manning coefficient, and the geometry of the river. The use of ALOS AVNIR-2 imagery (recorded on August 22, 2009 and has conducted field checks on December 1 to 4 July 2013) and DEM data can be used to obtain the data physical watershed parameters, that can used to obtain the data stream and data stream geometry. Manning coefficient value is determined based on land use information derived from remote sensing imagery. The results showed that the magnitude of the flood discharge when 5-year return period is 682.81 m3/s and a maximum flood discharge when the 10-year return period is 1040.52 m3/s. Inundation scenarios when the 5-year return period indicate that the predicted floodwaters swept 25 villages. Meanwhile the inundation scenarios when the 10-year return period indicate that the predicted floodwaters swept 30 villages.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, banjir luapan sungai, Citra ALOS, model spasial, HEC-RAS, aliran tidak permanen